Berita

Visitasi ke Pemkot Denpasar, Peserta PKN Tingkat II Gali Praktik Baik Perlindungan dan Akses Pasar Pelaku Usaha

×

Visitasi ke Pemkot Denpasar, Peserta PKN Tingkat II Gali Praktik Baik Perlindungan dan Akses Pasar Pelaku Usaha

Sebarkan artikel ini

im VKN PKN II Angkatan 26 berada di bawah arahan Pembina Nugroho Siswoko, S.I.K. dan Iqbal Yudhi, S.I.K., M.H., serta dipimpin oleh Dr. Dikky Anugerah, S.Sos., M.SP. selaku Ketua Tim, didampingi Wakil Ketua Adri Desas Furyanto, S.H., M.H., dan Sekretaris Endang Werdiningsih, S.H., M.H. Substansi materi dan tata laksana forum diperkuat oleh tim Pemaparan Gayatri Rachmi Rilowati, A.Md.IP., SH., M.Hum. dan Kristian Adi Wibawa, S.P., M.H., dengan Moderator Ernie Vera NZH, S.I.K. Kelancaran koordinasi operasional didukung oleh Tim Efektif yang diperkuat Adri Desas Furyanto, S.H., M.H., Gayatri Rachmi Rilowati, A.Md.IP., SH., M.Hum., Kam’ndyah, S.I.K., M.H., dan Ni Kom. Three Ayu Juniartini, S.P., S.Ag., M.I.Kom. Dokumentasi audio-visual dikawal oleh Tim Video dan Dokumentasi Dr. Wildan Djaya Soekmiara, Sp.B., Subsp.Onk.(K) bersama Listijohadi, S.H., M.Si. Sementara itu, ketajaman telaah rekomendasi disusun oleh Tim Policy Brief Dr. Anno Soembolo, S.H., M.H. dan Dr. M. Syahrul A. Rambe, S.Sos., S.H., M.H., dengan dukungan kelancaran fasilitasi lapangan oleh Liaison Officer (LO) I Nyoman Suantara, S.H. Ketua Tim VKN, Dr. Dikky Anugerah, menegaskan bahwa naskah telaah ini diserahkan resmi kepada Pemerintah Kota Denpasar sebagai sumbangsih pemikiran strategis agar praktik baik kepemimpinan adaptif dapat terus melembaga, melindungi pelaku usaha lokal, serta mendorong produk kreatif daerah berdaya saing di kancah global. (Rilis/PKN-II-26|26/Tim-3-VKN)

Baca Juga :  Sat Lantas Polres Bima Kota Laksanakan Rawan Pagi, Wujudkan Rasa Aman dan Kamseltibcarlantas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…