Berita

Konsep Otomatis

×

Konsep Otomatis

Sebarkan artikel ini

Menekan Kerawanan Kamtibmas di Wilayah Hukumnya Polsek Madapangga Intensifkan Patroli Rinjani Presisi Malam di Jam Rawan

 

Guna menjaga situasi kamtibmas dan mencegah kerawanan yang dapat memicu situasi Kamtibmas yang tidak Kondusif Polsek Madapangga Polres Bima Kabupaten Polda NTB masifkan Patroli Rinjani Presisi malam di jam rawan.

Patroli guna Cipta Kondisi di wilayah hukum Polsek Madapangga itu berlangsung pada Jum,at malam (5/06/26) sekira pukul 22.00.Wita hingga dini hari itu dikendalikan Kapolseknya Ipda Ahmad Zulfikar SH.

 

Patroli Rinjani Presisi yang diawaki tiga personel ini dilaksanakan secara mobile dengan menyambangi beberapa desa dan titik yang dianggap rawan terjadinya berbagai Guankamtibmas.

Gangguan Kamtibmas yang dimaksud seperti balapan liar, kasus 3C, peredaran gelap narkoba hingga tawuran dan lainnya yang meresahkan masyarakat.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Bima AKBP Muhamad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.,MH dalam. Keterangan tertulisnya melalui melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka.

Patroli ini kata Adib meneruskan, juga bertujuan untuk memberikan rasa aman serta mengedukasi masyarakat agar berperan aktif menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.

Selama berlangsungnya kegiatan tidak ditemukan adanya sasaran yang dimaksud serta situasi Kamtibmas dilaporkan Kondusif.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan aman Pungkas Adib menutup rilisannya.

Baca Juga :  POLSEK PEKAT BERHASIL AMANKAN TERDUGA PELAKU PENCURIAN HP, SATU PELAKU MASIH DIBURU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…