Berita

Polres Loteng Gelar Donor Darah dalam Rangka Hari Jadi Intelkam Polri ke-80.

×

Polres Loteng Gelar Donor Darah dalam Rangka Hari Jadi Intelkam Polri ke-80.

Sebarkan artikel ini

Lombok Tengah, (NTB) – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Intelijen Keamanan (Intelkam) Polri ke-80, Polres Lombok Tengah menggelar kegiatan bakti kesehatan donor darah sebagai wujud kepedulian sosial dan pengabdian Polri kepada masyarakat.
‎
‎Kegiatan donor darah tersebut dilaksanakan di Mapolres Lombok Tengah, Jumat (2/1) dan diikuti oleh personel Polres Lombok Tengah. Pelaksanaan kegiatan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lombok Tengah.
‎
‎Kapolres Lombok Tengah melalui Kasat Intelkam IPTU I Komang Sugiarna, S.H menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Intelkam Polri ke-80 yang tidak hanya bersifat seremonial, namun juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
‎
‎“Kegiatan donor darah ini adalah bentuk nyata kepedulian Polri terhadap sesama, khususnya dalam membantu ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
‎
‎Lebih lanjut, Kasat Intelkam menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa empati, solidaritas, serta semangat pengabdian di kalangan personel Polri.
‎
‎“Melalui momentum Hari Jadi Intelkam Polri ke-80 ini, kami ingin menegaskan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan sosial,” tambahnya.
‎
‎Selain sebagai kegiatan sosial, donor darah ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan sinergitas antar fungsi di lingkungan Polres Lombok Tengah.

‎”Polres Lombok Tengah berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan-kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat, sejalan dengan semangat pengabdian dan profesionalisme Polri dalam menyambut Hari Jadi Intelkam Polri ke-80,” pungkasnya.

Baca Juga :  Kompak Peduli Warga, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Seran Jenguk Korban Gigitan Anjing Rabies

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…