Berita

Polres Loteng Gelar Bhakti Religi Peringati Hari Jadi Intelkam Polri ke-80. ‎

×

Polres Loteng Gelar Bhakti Religi Peringati Hari Jadi Intelkam Polri ke-80. ‎

Sebarkan artikel ini

‎‎Lombok Tengah, (NTB) – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Intelijen Keamanan (Intelkam) Polri ke-80, Polres Lombok Tengah melalui Satuan Intelkam menggelar kegiatan Bhakti Religi pada Kamis (2/1/2026).
‎
‎Kegiatan Bhakti Religi tersebut dilaksanakan di dua lokasi tempat ibadah yang berada di wilayah Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, yakni Masjid Pemuda Pancasila Lingkungan Leneng Praya dan Pura Prajahita Praya.
‎
‎Kasat Intelkam Polres Lombok Tengah IPTU I Komang Sugiarna, S.H menyampaikan bahwa kegiatan Bhakti Religi ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap sarana ibadah serta sebagai upaya mempererat hubungan harmonis antara Polri dengan masyarakat lintas agama.
‎
‎“Bhakti religi ini kami laksanakan sebagai bentuk pengabdian dan kepedulian Polri, khususnya Sat Intelkam Polres Lombok Tengah, dalam rangka memperingati Hari Jadi Intelkam Polri ke-80, sekaligus memperkuat semangat toleransi antarumat beragama,” ujarnya.
‎
‎Di Masjid Pemuda Pancasila Leneng Praya, personel Sat Intelkam melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan area masjid yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.
‎
‎Sementara itu, di Pura Prajahita Praya, kegiatan Bhakti Religi difokuskan pada pembersihan area pura serta pemberian bantuan alat kebersihan dan bantuan dana guna mendukung persiapan pelaksanaan kegiatan piodalan.
‎
‎Kasat Intelkam menambahkan, melalui kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa kebersamaan, memperkuat persatuan, serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Lombok Tengah.
‎
‎“Kami berharap kehadiran Polri dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta semakin mempererat sinergi dalam menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama,” tutupnya.
‎

Baca Juga :  Konsep Otomatis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…