Berita

Bhabinkamtibmas Desa Goa Laksanakan Sambang Desa, Ajak Pemuda Jaga Keamanan Lingkungan

×

Bhabinkamtibmas Desa Goa Laksanakan Sambang Desa, Ajak Pemuda Jaga Keamanan Lingkungan

Sebarkan artikel ini

Sumbawa Barat — Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Bhabinkamtibmas Desa Goa, Brigadir Wawan Satriadi, melaksanakan kegiatan sambang desa pada malam hari. Kegiatan ini menyasar para pemuda yang masih terlihat berkumpul atau nongkrong hingga larut malam. Sabtu,(03/01/2026)

Dalam suasana yang penuh keakraban, Brigadir Wawan Satriadi menyampaikan himbauan secara humanis kepada para pemuda agar tidak beraktivitas di luar rumah sampai larut malam. Ia menekankan pentingnya menjaga keselamatan diri serta menghindari potensi gangguan kamtibmas yang dapat timbul akibat nongkrong hingga dini hari.

“Peran pemuda sangat penting dalam menjaga keamanan lingkungan. Dengan membatasi aktivitas di malam hari, kita bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Brigadir Wawan saat berdialog dengan para pemuda.

Selain memberikan himbauan, kegiatan sambang desa ini juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat. Diharapkan, melalui pendekatan persuasif ini, para pemuda semakin sadar akan pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan peran aktif dalam menciptakan lingkungan desa yang aman dan kondusif.

Kegiatan tersebut mendapat respon positif dari masyarakat setempat, yang mengapresiasi kehadiran Bhabinkamtibmas sebagai bentuk nyata kepedulian Polri terhadap keamanan dan ketertiban di wilayah desa.

Baca Juga :  SAT SAMAPTA POLRES DOMPU GELAR PATROLI HARKAMTIBMAS PERINTIS PRESISI DALAM RANGKA CIPTA KONDISI WILAYAH AMAN DAN KONDUSIF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…