Berita

KEMOS 110: Layanan Darurat Polres Lobar untuk Warga

×

KEMOS 110: Layanan Darurat Polres Lobar untuk Warga

Sebarkan artikel ini
Cegah Kriminalitas, Polres Lobar Jaga Keamanan Pemukiman

Lombok Barat, NTB – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukumnya, Kepolisian Resor Lombok Barat terus mengintensifkan kehadiran personel di tengah-tengah masyarakat. Pada Sabtu dini hari, 3 Januari 2026, personel Unit Patroli Samapta Polres Lombok Barat melaksanakan kegiatan patroli preventif dan dialogis di kawasan pemukiman padat penduduk, tepatnya di Perumahan Parc Lumiere, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat.

Langkah ini diambil sebagai bentuk deteksi dini terhadap potensi tindak kriminalitas, terutama pada jam-jam rawan saat masyarakat sedang beristirahat. Selain melakukan pengawasan fisik, petugas juga membawa misi penting untuk mengenalkan program inovasi layanan kepolisian terbaru yang dirancang untuk mempercepat respons bantuan bagi warga.

Upaya Preventif di Tengah Pemukiman Padat

Kegiatan yang dimulai tepat pada pukul 01.00 WITA tersebut difokuskan pada pemantauan area perumahan yang memiliki mobilitas tinggi. Personel Unit Patroli menyusuri sudut-sudut perumahan guna memastikan tidak adanya aktivitas mencurigakan yang dapat mengganggu kenyamanan warga. Patroli ini bukan sekadar melintas, melainkan melibatkan interaksi langsung dengan petugas keamanan setempat.

Dalam kesempatan tersebut, petugas menjalin komunikasi dialogis dengan penjaga perumahan (security). Dialog ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai pola pengamanan mandiri serta memperkuat koordinasi antara kepolisian dan masyarakat. Penjaga perumahan diingatkan untuk selalu waspada terhadap setiap tamu yang datang pada larut malam dan rutin melakukan pengecekan di area-area gelap yang minim pengawasan.

Kasat Samapta Polres Lombok Barat, Iptu Eko Nugroho, S.H., menegaskan bahwa kehadiran polisi di lapangan adalah kunci untuk menekan niat pelaku kejahatan. Menurutnya, patroli di pemukiman padat penduduk seperti Parc Lumiere merupakan prioritas untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

Mengenal Inovasi KEMOS 110 Sebagai Solusi Darurat

Hal yang menarik dalam kegiatan patroli kali ini adalah sosialisasi intensif mengenai inovasi KEMOS (Keamanan Mobile Samapta) yang terintegrasi dengan layanan Call Center 110. Program ini merupakan terobosan Sat Samapta Polres Lombok Barat untuk memberikan pelayanan yang lebih responsif dan efektif kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan mendesak.

Baca Juga :  Dukung Asta Cita Presiden, Polsek Tambakboyo Monitoring Pertumbuhan Jagung di Lahan Warga

Iptu Eko Nugroho menjelaskan bahwa KEMOS 110 dirancang untuk memangkas birokrasi pelaporan saat terjadi situasi darurat. Dengan adanya layanan ini, masyarakat diharapkan tidak lagi merasa ragu atau bingung saat menghadapi musibah atau melihat tindak pidana di sekitar mereka.

“Kami terus mensosialisasikan inovasi KEMOS Sat Samapta Polres Lombok Barat ini kepada warga. Melalui layanan Call Center 110, kami ingin memberikan bentuk pelayanan yang bersifat urgent bagi masyarakat yang mengalami musibah atau membutuhkan kehadiran polisi segera,” ujar Iptu Eko Nugroho, S.H. saat memberikan keterangannya.

Beliau menambahkan bahwa layanan 110 ini tersedia selama 24 jam dan dapat diakses secara mudah melalui telepon seluler. “Tujuan utama kami adalah memastikan bahwa setiap laporan yang masuk mendapatkan respons cepat dari unit patroli terdekat di lapangan,” imbuhnya.

Mewujudkan Situasi Kamtibmas yang Kondusif

Kegiatan patroli dialogis ini berakhir menjelang subuh dengan situasi yang dilaporkan aman, tertib, dan lancar. Respon dari para penjaga perumahan dan warga yang ditemui sangat positif, mengingat keberadaan personel polisi di jam-jam kecil memberikan ketenangan psikologis bagi penghuni pemukiman.

Polres Lombok Barat berkomitmen untuk terus menjalankan agenda patroli serupa di berbagai titik strategis lainnya. Inovasi KEMOS 110 diharapkan menjadi jembatan yang kuat antara kepolisian dan warga dalam menciptakan ekosistem keamanan yang partisipatif. Dengan sinergi yang baik, angka kriminalitas seperti pencurian di pemukiman diharapkan dapat terus ditekan.

Pihak kepolisian juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lombok Barat agar segera memanfaatkan layanan 110 jika menemukan hal-hal yang mencurigakan, sehingga potensi gangguan kamtibmas dapat ditangani sebelum berkembang menjadi gangguan nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…