Berita

Petani Lansia Ditemukan Meninggal Dunia di Lahan Pertanian SoDepa Manggelewa

×

Petani Lansia Ditemukan Meninggal Dunia di Lahan Pertanian SoDepa Manggelewa

Sebarkan artikel ini

Seorang petani lanjut usia ditemukan meninggal dunia di lahan pertanian yang berada di SoDepa, Desa Anamina Meci, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 15.20 Wita.

Korban diketahui bernama Arsad Jakaria (75), seorang petani yang berdomisili di Dusun Transad III, Desa Doromelo, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu. Korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di tanah di area lahan pertaniannya.

Berdasarkan keterangan saksi yang merupakan anak kandung korban, Ihklas (42), sekitar pukul 12.00 Wita korban berangkat berjalan kaki dari rumah menuju lahan pertaniannya di SoDepa dengan jarak sekitar empat kilometer.

Sekitar pukul 15.00 Wita, saksi menyusul korban sambil membawa bekal makanan. Setibanya di lokasi, saksi mendapati korban sudah tergeletak di tanah sambil memegang lima buah ranting kayu.

Karena panik, saksi kemudian meminta bantuan Umar (50) untuk mengecek kondisi korban. Setelah diperiksa, korban diketahui sudah tidak bernyawa. Saksi selanjutnya menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Tanju AIPDA Arham, yang kemudian meneruskan informasi tersebut kepada anggota piket SPKT Polsek Manggelewa.

Menerima laporan tersebut, sekitar pukul 15.45 Wita, Kapolsek Manggelewa IPTU Zainal Arifin, S.IP., M.H. memerintahkan anggota piket SPKT menuju lokasi untuk mengamankan TKP dan melakukan penanganan awal.

Pihak keluarga korban kemudian menyampaikan penolakan untuk dilakukan visum et repertum dan meminta agar jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Dusun Transad III, Desa Doromelo.

Kapolsek Manggelewa IPTU Zainal Arifin, S.IP., M.H. menyampaikan bahwa pihaknya segera bergerak setelah menerima laporan guna memastikan kondisi di lokasi serta melakukan langkah-langkah kepolisian sesuai prosedur.

“Setelah menerima informasi, kami langsung memerintahkan anggota untuk mendatangi dan mengamankan TKP serta melakukan pengumpulan bahan keterangan terkait kejadian. Dari keterangan awal, korban sebelumnya berjalan kaki dari rumah menuju lahan pertaniannya yang berjarak sekitar empat kilometer,” jelas IPTU Zainal.

Baca Juga :  Polsek Labuapi Pantau Distribusi Pupuk Subsidi Demi Ketahanan Pangan

Kapolsek menjelaskan, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dan penanganan bersama pihak keluarga. Setelah jenazah dibawa ke rumah duka, Kanit IK Polsek Manggelewa AIPTU Ruslansyah melakukan pendekatan kepada keluarga korban dan memberikan penjelasan terkait penanganan kejadian.

“Pihak keluarga menyatakan dapat menerima kejadian tersebut dan tidak keberatan atas meninggalnya korban. Selanjutnya dibuat surat pernyataan tidak keberatan yang ditandatangani pihak keluarga dengan disaksikan oleh kepala dusun setempat,” ungkapnya.

Polsek Manggelewa juga tetap melakukan pengumpulan bahan keterangan dan pemantauan situasi di lingkungan masyarakat guna mengantisipasi munculnya informasi yang tidak sesuai fakta serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

Tanggapan Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K. melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah tersebut.

“Kami atas nama keluarga besar Polres Dompu turut berbelasungkawa atas meninggalnya almarhum Arsad Jakaria. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ujar IPTU I Nyoman Suardika.

Ia mengimbau keluarga korban dan masyarakat agar tetap tenang serta tidak mudah mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Kami meminta keluarga dan masyarakat tetap mempercayakan segala sesuatu terkait kejadian ini kepada pihak kepolisian. Setiap informasi maupun perkembangan yang berkaitan dengan kejadian akan ditindaklanjuti sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…