Berita

Gelorakan Tertib Berlalu Lintas, Sat Lantas Polres Sumbawa Sambangi Pelajar SMPN 2 Labuhan Badas

×

Gelorakan Tertib Berlalu Lintas, Sat Lantas Polres Sumbawa Sambangi Pelajar SMPN 2 Labuhan Badas

Sebarkan artikel ini

Sumbawa Besar, NTB – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Sumbawa terus menggencarkan edukasi keselamatan berkendara sejak usia dini. Jajaran kepolisian melaksanakan kegiatan sosialisasi tertib berlalu lintas kepada para siswa-siswi SMPN 2 Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, Kamis (10/09/2026) pagi.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., melalui Kasat Lantas AKP Belly Rizaldy Nata Indra, S.Tr.K., S.I.K., dalam kegiatan pembinaan yang dimulai pukul 07.30 WITA hingga selesai ini melibatkan personel gabungan yang terdiri dari Kanit Kamsel, Kanit Regident, serta dua orang anggota Sat Lantas Polres Sumbawa.

Dalam pelaksanaannya, petugas kepolisian hadir langsung di hadapan para pelajar untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas di jalan raya.

“Mengingat usia pelajar SMP yang belum memenuhi syarat untuk memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), petugas memberikan imbauan tegas namun humanis agar para siswa tidak mengendarai kendaraan bermotor sendiri ke sekolah demi mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas,” ujar Kasat Lantas.

Selain itu, para siswa juga dibekali pengetahuan dasar mengenai rambu-rambu lalulintas, penggunaan helm standar nasional (SNI), serta pentingnya menaati seluruh aturan berkendara demi keselamatan bersama di jalan raya.

“Sosialisasi ini kami berikan secara langsung kepada para pelajar agar mereka memahami sejak dini arti pentingnya tertib berlalu lintas dan keselamatan di jalan raya, sekaligus mencegah terjadinya pelanggaran maupun kecelakaan yang melibatkan anak di bawah umur,” ujar petugas pelaksana kegiatan.

Melalui pendekatan edukatif yang interaktif, pihak kepolisian berharap tingkat kesadaran hukum para pelajar dapat semakin meningkat. Kehadiran Sat Lantas di lingkungan sekolah ini sukses menciptakan interaksi positif, sekaligus membentuk karakter generasi muda Sumbawa yang disiplin, patuh hukum, dan mengutamakan keselamatan sebagai kebutuhan utama dalam berlalu lintas. (Hps)

Baca Juga :  Bhabinkamtibmas Desa Rasabou Pantau Pemanfaatan Lahan Warga untuk Ketahanan Pangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…