Berita

Jajaran Polsek Pemenang Ikuti Zoom Meeting Arahan Kapolda NTB

×

Jajaran Polsek Pemenang Ikuti Zoom Meeting Arahan Kapolda NTB

Sebarkan artikel ini

 

LOMBOK UTARA – Personel Polsek Pemenang Polres Lombok Utara mengikuti Zoom Meeting Arahan dan Petunjuk Kapolda Nusa Tenggara Barat yang dilaksanakan secara virtual di Penjagaan Mako Polsek Pemenang.

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Polda NTB, Polres, hingga Polsek se-NTB.

Inti arahan Kapolda NTB:
1. Profesionalisme & Disiplin: Seluruh personel diminta meningkatkan profesionalisme, integritas, dan disiplin dalam pelaksanaan tugas.
2. Pelayanan & Sinergitas: Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, menjaga Harkamtibmas, mengantisipasi potensi gangguan, serta memperkuat sinergitas dengan TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.
3. Penanganan Kasus: Kasus menonjol di wilayah Polda NTB harus ditangani secara cermat sesuai aturan, khususnya terkait kasus Narkoba.
4. Pendekatan Instansi: Perlu dilakukan penggalangan dengan Kejati, Kejari, serta pihak Pengadilan.
5. Monitoring Program MBG: Para Kapolres dan Irwasda diminta memonitor perkembangan MBG di wilayah masing-masing.
6. Langkah Preventif: Karo Ops melakukan penyesuaian pola Strong Point di wilayah rawan 3C, termasuk malam Jumat jika libur.
7. Kegiatan Bhabinkamtibmas: Kegiatan preentif Bhabinkamtibmas dibantu petugas Polmas. Blangko kunjungan bulan Juli agar diisi, direkap dan dijilid oleh Kapolsek.
8. Grup Tiga Pilar: Para Kapolsek dan Bhabinkamtibmas diminta membentuk grup Tiga Pilar Desa yang beranggotakan Kades, Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh masyarakat, Kadus dan RT.

Kapolda NTB juga mengingatkan agar seluruh personel melaksanakan tugas sesuai ketentuan, menghindari pelanggaran disiplin dan kode etik, serta meningkatkan deteksi dini dan langkah preventif terhadap potensi gangguan Kamtibmas.

Kegiatan berlangsung aman dan tertib. Seluruh peserta siap menindaklanjuti arahan dan petunjuk Kapolda NTB sesuai tugas dan tanggung jawab di wilayah masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…