Berita

Minimalisir Potensi Kriminalitas di Malam Hari, Piket Pamapta Polres Bima Kabupaten Tingkatkan Patroli di Jam Rawan

×

Minimalisir Potensi Kriminalitas di Malam Hari, Piket Pamapta Polres Bima Kabupaten Tingkatkan Patroli di Jam Rawan

Sebarkan artikel ini

 

 

 

Kepolisian Resor Bima Kabupaten Polda NTB kembali menggelar Patroli Humanis Pamapta pada Selasa malam, 28 Juli 2026 sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukumnya.

Kegiatan yang di mulai pukul 22.30 Wita hingga selesai tersebut melibatkan personel dari beberapa fungsi piket, yakni Piket Satsamapta, Piket Satlantas, Piket Pamapta, Reskrim, Intel, Satresnarkoba dan Piket Sipropam.

Patroli ini dipimpin oleh Pwerwira pengawas Iptu Salahudin.Dalam kegiatan ini, petugas menyasar berbagai potensi gangguan kamtibmas seperti premanisme, tindak kejahatan 3C , balap liar, dan lainya.

 

Selama pelaksanaan patroli, petugas berhasil menciptakan suasana yang kondusif di sepanjang jalur yang dilalui. Kehadiran personel Polri juga memberikan rasa aman, nyaman, dan tenang bagi warga yang beraktivitas pada malam hari.

Dalam pelaksanaannya juga tim patroli melakukan pengaturan arus lalu lintas dan pemeriksaan terhadap kendaraan hingga penggeledahan badan bagi pemuda guna mencegah peredaran gelap narkoba miras dan senjata tajam

Selain itu, petugas turut melakukan dialog dengan masyarakat untuk memberikan imbauan terkait pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.M.H.,dalam keterangan tertulisnya melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka.

“Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya preventif untuk meminimalisir terjadinya aksi kriminalitas”. Tegasnya.

Hingga kegiatan berakhir, situasi di wilayah hukum Polres Bima Kabupaten dilaporkan tetap dalam keadaan aman dan terkendali.

Baca Juga :  Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polsek KP3 Polres Bima Kabupaten Gotong royong Membersihkan Pantai Kalaki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…