Bali NusraBeritaBerita NTBLombokMataramNTBNTB One TerkiniSinergitas Pemda TNI POLRI

Forkopimcam Mataram Bergerak Jaga Kamtibmas Melalui Penertiban Rumah Kos

×

Forkopimcam Mataram Bergerak Jaga Kamtibmas Melalui Penertiban Rumah Kos

Sebarkan artikel ini

Kolaborasi Menjadi Kunci Keamanan Wilayah

Sementara itu, Camat Mataram Arifiawan Marjun, S.STP menilai rumah kos merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Karena itu, pengelolaannya membutuhkan kepedulian seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, pemilik kos, hingga masyarakat sekitar.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam menjaga ketertiban sekaligus mencegah munculnya berbagai persoalan sosial di lingkungan permukiman.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan seluruh penghuni rumah kos merasa aman sekaligus memahami pentingnya menaati aturan yang berlaku di lingkungan. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan penertiban berakhir pukul 22.45 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Melalui langkah preventif yang mengedepankan pendekatan humanis, edukatif, dan kolaboratif, Forkopimcam Mataram bersama Koramil 1606-05/Mataram menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas keamanan wilayah. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu menciptakan lingkungan rumah kos yang semakin tertib, nyaman, serta mendukung terwujudnya Kecamatan Mataram yang aman, damai, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.

Baca Juga :  Polsek Soko Polresta Tuban Turun Langsung Cek Tanaman Jagung Warga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…