Berita

Kapolres Sumbawa Barat Pimpin Pengecekan Senjata Api Personel untuk Pastikan Kesiapan Operasional

×

Kapolres Sumbawa Barat Pimpin Pengecekan Senjata Api Personel untuk Pastikan Kesiapan Operasional

Sebarkan artikel ini

Sumbawa Barat – Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Rendy Andy Julikhlas, S.H., S.I.K., M.Si., memimpin langsung kegiatan pengecekan senjata api (senpi) dinas milik Polres Sumbawa Barat dan Polsek jajaran, Senin (27/7/2026), di Aula Endra Dharma Laksana Polres Sumbawa Barat.

Kegiatan yang dihadiri Wakapolres, pejabat utama, para Kapolsek, serta personel terkait ini bertujuan untuk memastikan seluruh senjata api inventaris dinas berada dalam kondisi baik, lengkap, dan siap digunakan dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.

Dalam pemeriksaan tersebut dilakukan pengecekan terhadap kondisi fisik senjata api, kelengkapan administrasi, serta amunisi yang dimiliki oleh masing-masing satuan. Dari hasil pemeriksaan, sebagian besar senjata api dinyatakan lengkap dan layak digunakan. Sementara itu, beberapa senjata ditemukan memerlukan pembersihan, penambahan pelumas, serta penggantian sejumlah amunisi yang sudah tidak layak pakai. Seluruh temuan tersebut akan segera ditindaklanjuti oleh Bagian Logistik Polres Sumbawa Barat.

Kasi Humas Polres Sumbawa Barat, IPTU Anak Agung Made Subrata, mengatakan bahwa kegiatan pengecekan senjata api merupakan agenda rutin sebagai bentuk pengawasan terhadap penggunaan barang inventaris dinas.

“Pengecekan ini bertujuan memastikan seluruh senjata api dinas beserta amunisinya dalam kondisi siap operasional dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan pengawasan yang rutin, diharapkan personel semakin disiplin dalam perawatan maupun penggunaan senjata api saat menjalankan tugas,” ujar IPTU Anak Agung Made Subrata.

Ia menambahkan, Polres Sumbawa Barat akan terus melakukan pengawasan secara berkala terhadap seluruh perlengkapan dinas guna mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang profesional, modern, dan terpercaya.

Baca Juga :  Polsek Praya Barat Daya Intensifkan Patroli Sore di Bendungan Pengga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…