Berita

Polres Lombok Tengah Libatkan Ratusan Personel Gabungan Amankan Malam Tahun Baru

×

Polres Lombok Tengah Libatkan Ratusan Personel Gabungan Amankan Malam Tahun Baru

Sebarkan artikel ini

Lombok Tengah, (NTB) – Polres Lombok Tengah melibatkan sebanyak 204 personel gabungan amankan perayaan malam Tahun Baru di wilayah Kabupaten Lombok Tengah. Langkah ini dilakukan guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif saat pergantian tahun.

Wakapolres Lombok Tengah Kompol Imam Maladi, S.T.,S.I.K menyampaikan bahwa ratusan personel tersebut berasal dari berbagai satuan fungsi Polres Lombok Tengah dan Polsek jajaran, serta didukung oleh unsur TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya. Pengamanan difokuskan pada titik-titik rawan keramaian, seperti pusat Kota Praya, kawasan wisata, jalur utama, hingga wilayah kawasan Kuta Mandalika serta lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat lainnya.

“Sebanyak 204 personel kami turunkan untuk melaksanakan pengamanan secara terbuka dan tertutup. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas, kemacetan arus lalu lintas, serta potensi gangguan keamanan lainnya pada malam pergantian tahun,” ujar Wakapolres Kompol Imam Maladi, S.T.,S.I.K usai Apel kesiapan pengamanan, Rabu (30/12).

Selain pengamanan, Polres Lombok Tengah juga melaksanakan patroli skala besar dan patroli dialogis guna mencegah terjadinya tindak kriminalitas, penggunaan petasan, konsumsi minuman keras, serta konvoi kendaraan yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Kapolres juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar merayakan malam Tahun Baru dengan tertib dan tidak berlebihan serta tetap mematuhi aturan hukum yang berlaku.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk merayakan malam Tahun Baru dengan aman, tertib, dan penuh rasa syukur. Mari bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah Lombok Tengah,” tutup Kapolres.

Polres Lombok Tengah berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat demi terciptanya perayaan malam Tahun Baru yang aman, nyaman, dan kondusif.

Baca Juga :  Sat Samapta Polres Bima Kota Laksanakan Pengamanan di Obyek Vital Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…