Berita

Patroli Polsek Sekotong Jaga Keamanan Wisatawan Lombok Barat

×

Patroli Polsek Sekotong Jaga Keamanan Wisatawan Lombok Barat

Sebarkan artikel ini

Lombok Barat, NTB – Menyongsong awal tahun 2026, intensitas kunjungan masyarakat ke berbagai destinasi wisata di wilayah Kabupaten Lombok Barat mengalami peningkatan signifikan. Menanggapi fenomena tersebut, Kepolisian Sektor (Polsek) Sekotong, Polres Lombok Barat, semakin gencar melaksanakan upaya preventif guna memastikan keamanan dan kenyamanan para pelancong.

Pada Sabtu, 3 Januari 2026, personel Polsek Sekotong kembali menggelar patroli rutin yang difokuskan pada antisipasi tindak kriminalitas 3C (Pencurian dengan Pemberatan, Pencurian dengan Kekerasan, dan Pencurian Kendaraan Bermotor) serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) lainnya. Kali ini, sasarannya adalah objek wisata populer Pantai Batu Kijuk yang terletak di Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong.

Komitmen Kepolisian dalam Mengawal Keamanan Wisata

Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom., menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya di pusat-pusat keramaian seperti pantai, merupakan bentuk pelayanan prima. Pihaknya ingin memastikan bahwa setiap warga yang menikmati liburan merasa aman dari segala bentuk ancaman kejahatan maupun potensi kecelakaan di area wisata.

Dalam keterangannya, Iptu I Ketut Suriarta menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian, pengelola wisata, dan pengunjung. Menurutnya, kesadaran kolektif adalah kunci utama dalam mempertahankan situasi wilayah yang kondusif.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kami di Polsek Sekotong untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang tengah menikmati liburan. Kami tidak hanya sekadar memantau, tetapi juga melakukan pendekatan humanis kepada pengunjung dan pengelola agar senantiasa waspada terhadap potensi gangguan kamtibmas maupun risiko kecelakaan saat beraktivitas di pantai,” ujar Iptu I Ketut Suriarta.

Edukasi Keselamatan dan Kewaspadaan bagi Pengunjung

Patroli yang dimulai pada pukul 14.05 WITA tersebut dipimpin langsung oleh Ka SPK III Aiptu I Ketut Satyawan beserta tiga personel piket jaga Polsek Sekotong. Para petugas menyisir sepanjang garis pantai dan area parkir untuk berinteraksi langsung dengan warga. Dalam aksi dialogis ini, petugas memberikan berbagai imbauan keamanan secara mendetail.

Baca Juga :  Waspada Balap Liar, Satlantas Polres Lombok Barat Jaga Ketat Area Kantor Pemda Malam Hari

Fokus utama edukasi adalah mengingatkan para orang tua agar tidak lengah saat mengawasi anak-anak mereka yang sedang berenang di laut. Mengingat kondisi gelombang yang sewaktu-waktu dapat berubah, pengawasan ekstra menjadi hal yang wajib dilakukan untuk menghindari kejadian fatal. Selain itu, petugas juga mengingatkan masyarakat untuk lebih teliti terhadap barang bawaan berharga guna mencegah terjadinya aksi pencurian di lokasi wisata.

Aiptu I Ketut Satyawan juga menekankan pentingnya penggunaan kunci ganda pada kendaraan bermotor yang diparkir. Hal ini dilakukan guna mempersempit ruang gerak pelaku curanmor yang sering memanfaatkan kelalaian pemilik kendaraan di area publik yang ramai.

Menciptakan Situasi Kondusif Melalui Pendekatan Humanis

Melalui narasi yang persuasif, personel kepolisian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi “polisi bagi diri sendiri”. Artinya, setiap individu diharapkan memiliki kesadaran untuk menjaga keselamatan pribadi dan lingkungannya. Respons dari masyarakat yang berkunjung ke Pantai Batu Kijuk pun terpantau sangat positif terhadap kehadiran aparat berseragam di lokasi tersebut.

Hingga kegiatan berakhir, dilaporkan bahwa situasi di kawasan Pantai Batu Kijuk tetap aman, lancar, dan terkendali. Tidak ditemukan adanya kejadian menonjol maupun gangguan kamtibmas yang berarti. Keberadaan patroli ini terbukti efektif dalam memberikan efek deteren bagi pelaku kejahatan sekaligus memberikan ketenangan psikologis bagi para wisatawan.

Beberapa pengunjung mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada jajaran Polsek Sekotong. Mereka merasa lebih tenang saat berwisata karena mengetahui ada petugas yang sigap melakukan pengawasan. Hal ini selaras dengan tujuan besar Polri dalam menciptakan stabilitas keamanan di wilayah hukum Polda NTB, khususnya di destinasi wisata yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal.

Dengan berakhirnya patroli tersebut, Polsek Sekotong memastikan akan terus konsisten menjalankan agenda serupa secara berkala. Hal ini merupakan langkah strategis dalam menjaga citra positif pariwisata Lombok Barat sebagai destinasi yang aman untuk dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

Baca Juga :  Unit Kamsel Satlantas Polres Bima Kota Tak Henti Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas kepada Calon Penumpang Bus Antar Kota

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…