Berita

Peringati Hari Penanaman Pohon, Bhabinkamtibmas dan Elemen Desa Semamung Hijaukan Bale Kawa

×

Peringati Hari Penanaman Pohon, Bhabinkamtibmas dan Elemen Desa Semamung Hijaukan Bale Kawa

Sebarkan artikel ini

Sumbawa Besar, NTB – Bhabinkamtibmas Desa Semamung, Polsek Moyo Hulu, memimpin kegiatan penanaman pohon bersama perangkat desa dan masyarakat setempat. Aksi nyata ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Penanaman Pohon, sekaligus sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan dan Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayah Moyo Hulu.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., mengapresiasi tinggi sinergi yang terjalin antara Bhabinkamtibmas dan seluruh stakeholder desa. “Kehadiran BRIPKA MICSEN BAYU SAPUTRA bersama Kepala Desa, Babinsa, PKK, Perangkat Desa, dan Karang Taruna adalah wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung program penghijauan dan pelestarian lingkungan. Penanaman pohon ini merupakan investasi jangka panjang bagi kelangsungan ekosistem,” ujarnya.

Kegiatan gerakan penanaman pohon ini dilaksanakan pada Jumat, 28 November 2025, dimulai sekitar pukul 08.30 WITA, bertempat di Bale Kawa, Desa Semamung, Kecamatan Moyo Hulu. Seluruh elemen desa berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.

Gerakan ini dilakukan dengan menanam berbagai jenis bibit pohon yang diharapkan dapat membantu penghijauan dan penyerapan air di lokasi Bale Kawa. Selain memperingati momentum Hari Penanaman Pohon, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan kerjasama antara aparat keamanan dengan masyarakat Desa Semamung.

Seluruh rangkaian kegiatan penanaman pohon di Desa Semamung berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif, menandakan dukungan penuh dari masyarakat terhadap program pelestarian lingkungan. (MA)

Baca Juga :  Bhabinkamtibmas Polres Bima Kota Dampingi Tim Vaksinasi Anjing Rabies di Kelurahan Kendo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…