Lombok Utara, NTB – Di bawah terik matahari yang menyinari hamparan persawahan Dusun Telaga Wareng, Desa Pemenang Barat, Lombok Utara, semangat para petani tetap menyala meski hasil panen musim tanam kali ini tidak sebaik yang diharapkan. Kehadiran Bintara Pembina Desa (Babinsa) Pemenang Barat, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-02/Tanjung, Sertu Sunardi, di tengah aktivitas panen menjadi suntikan motivasi bagi petani yang tengah menghadapi tantangan akibat perubahan cuaca ekstrem, Rabu (17/6/2026).
Sertu Sunardi, Babinsa Pemenang Barat, Koramil 1606-02/Tanjung melaksanakan pendampingan panen padi di lahan milik Nanong (47), salah seorang petani setempat. Lahan seluas 27 are tersebut diperkirakan menghasilkan sekitar satu ton gabah. Namun, hasil panen pada musim tanam kedua (MT 2) mengalami penurunan dibandingkan musim sebelumnya.
Menurut keterangan Nanong (53), “cuaca yang tidak menentu dalam beberapa bulan terakhir menjadi faktor utama menurunnya produktivitas padi. Intensitas hujan yang berubah-ubah serta kondisi iklim yang ekstrem menyebabkan banyak bulir gabah tidak terisi sempurna atau kosong sehingga berdampak pada hasil panen,” ucapnya.
Meski demikian, semangat para petani untuk terus mengolah lahan dan menjaga produktivitas pertanian tetap tinggi. Dalam kondisi seperti inilah peran Babinsa menjadi sangat penting. Tidak hanya hadir sebagai aparat kewilayahan, tetapi juga sebagai sahabat dan pendamping masyarakat yang selalu siap memberikan dukungan moril maupun motivasi.
Wujud Nyata Dukungan TNI untuk Petani
Pendampingan yang dilakukan Babinsa merupakan bagian dari komitmen TNI AD dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. “Kehadiran kami di tengah para petani bertujuan membantu menyukseskan program swasembada pangan sekaligus memastikan sektor pertanian tetap berjalan dengan baik meskipun menghadapi berbagai tantangan,” tutur Sertu Sunardi.
“pendampingan kepada petani akan terus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga masa panen. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan motivasi petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Lombok Utara,” tambahnya tegas.
Selain memberikan pendampingan, Babinsa juga menjadi penghubung antara petani dan berbagai program pemerintah yang berkaitan dengan sektor pertanian. Dengan demikian, kebutuhan petani dapat terakomodasi dan produktivitas pertanian dapat terus ditingkatkan.
Menjaga Ketahanan Pangan dari Tingkat Desa
Ketahanan pangan nasional berawal dari keberhasilan petani di tingkat desa. Oleh karena itu, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga ketersediaan pangan di tengah berbagai tantangan perubahan iklim.
Melalui pendampingan yang dilakukan Babinsa Pemenang Barat, diharapkan para petani semakin termotivasi untuk terus bertani dan menjaga keberlangsungan produksi pangan daerah. Kehadiran TNI di sawah bukan sekadar simbol dukungan, melainkan bukti nyata bahwa negara hadir bersama rakyat dalam menjaga ketahanan pangan bangsa.











