Berita

Sinergi Polri & Masyarakat: Polsek Kuripan Dukung Swasembada Pangan di Lombok Barat

×

Sinergi Polri & Masyarakat: Polsek Kuripan Dukung Swasembada Pangan di Lombok Barat

Sebarkan artikel ini
Kemitraan Erat, Polisi dan Komunitas Lingkungan Wujudkan Swasembada Pangan

Lombok Barat, NTB – Kepolisian Sektor (Polsek) Kuripan, di bawah naungan Polres Lombok Barat dan Polda NTB, terus mempererat tali silaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat. Kali ini, Kapolsek Kuripan, Ipda I Wayan Eka Ariyana, S.H., terjun langsung menyambangi komunitas peduli lingkungan di Dusun Pesongoran, Desa Kuripan Utara, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 22 Februari 2025, mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai.

Kegiatan silaturahmi ini diinisiasi oleh Bhabinkamtibmas Desa Kuripan Utara sebagai bagian dari upaya Polri untuk membangun kemitraan yangSolid dengan masyarakat. Sasarannya adalah Komunitas Peduli Lingkungan Dusun Pesongoran, sebuah kelompok masyarakat yang aktif dalam kegiatan pelestarian lingkungan dan pengembangan pertanian berkelanjutan di tingkat lokal.

Wujud Kemitraan Polri dan Masyarakat dalam Swasembada Pangan

Dalam kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini, Bhabinkamtibmas Desa Kuripan Utara tidak hanya bersilaturahmi, tetapi juga memberikan bantuan sarana kontak berupa sekam sebanyak 5 karung. Sekam, yang merupakan limbah padi, memiliki manfaat besar dalam pertanian sebagai media tanam yang baik, terutama untuk sistem pertanian polybag yang sedang digalakkan oleh komunitas peduli lingkungan Dusun Pesongoran.

Ipda I Wayan Eka Ariyana, S.H., dalam pernyataannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap program pemerintah dalam mensukseskan swasembada pangan.

“Kami dari Polsek Kuripan sangat mendukung penuh program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan, khususnya di bidang pertanian. Melalui kegiatan silaturahmi ini, kami berharap dapat mempererat hubungan dengan komunitas peduli lingkungan yang memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian alam dan juga mengembangkan potensi pertanian di wilayah Kuripan Utara,” ujar Ipda I Wayan Eka Ariyana.

Baca Juga :  Polsek Labuapi Aktif Dorong Warga Manfaatkan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan

Lebih lanjut, Kapolsek Kuripan menjelaskan bahwa pemberian sarana kontak berupa sekam ini adalah bentuk dukungan konkret dari Polsek Kuripan terhadap upaya komunitas peduli lingkungan dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan.

“Sekam ini kami harapkan dapat bermanfaat bagi komunitas peduli lingkungan dalam kegiatan bercocok tanam mereka menggunakan polybag. Kami melihat komunitas ini sangat aktif dan memiliki potensi besar untuk membantu meningkatkan produksi pertanian di desa ini,” tambahnya.

Respon Positif Masyarakat terhadap Kehadiran Polri

Kegiatan silaturahmi dan pemberian sarana kontak ini mendapatkan respon yang sangat positif dari masyarakat Dusun Pesongoran, khususnya dari anggota Komunitas Peduli Lingkungan. Mereka menyambut baik kehadiran pihak kepolisian dan mengapresiasi bantuan yang diberikan.

Salah seorang anggota komunitas, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian dan dukungan dari Polsek Kuripan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolsek dan jajaran Polsek Kuripan atas kedatangannya dan bantuan yang diberikan. Sekam ini sangat bermanfaat bagi kami, karena memang sedang kami butuhkan untuk media tanam. Kami merasa sangat diperhatikan dan didukung oleh pihak kepolisian,” ungkapnya dengan antusias.

Optimisme Swasembada Pangan di Tingkat Lokal

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan semakin tumbuh kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya swasembada pangan dan peran serta semua pihak dalam mewujudkannya. Polsek Kuripan melalui Bhabinkamtibmas akan terus aktif menjalin komunikasi dan kerjasama dengan berbagai komunitas dan elemen masyarakat untuk mendukung program-program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan silaturahmi dan pemberian sarana kontak oleh Polsek Kuripan kepada komunitas peduli lingkungan ini menjadi contoh sinergi yang positif antara Polri dan masyarakat dalam mendukung program swasembada pangan di tingkat lokal. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilakukan dan menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk turut berkontribusi dalam mewujudkan kemandirian pangan bangsa.

Baca Juga :  Tinjau Penanganan Karhutla Kalbar, Kapolri Ungkap Titik Api Terus Menurun Kalbar - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa jumlah Hotspot atau titik api kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) terus mengalami penurunan. Hal tersebut diungkap Sigit usai mendengarkan paparan langsung (Karhutla) di Gedung BPPTD, Mempawah, Kalimantan Barat, Jumat (8/8/2025). Dari hasil paparan, Sigit menyampaikan bahwa, manajemen lintas sektoral di Kalbar sudah berjalan dengan baik terkait penanggulangan karhutla. Laporan yang diterimanya mulai bulan Juni, Juli dan Agustus. "Kemarin, masih ada Hotspot ada kurang lebih 32 kalau tak salah. Selama dua hari dari kemarin sampai sekarang makin menurun dan modifikasi cuacanya saya lihat juga berhasil. Sehingga ini juga tentu bisa sangat signifikan membantu pemadaman terhadap titik-titik api yang ada," kata Sigit. Menurut Sigit, penanganan maupun sejumlah langkah strategis yang dilaksanakan oleh Polri, TNI, BNPB, BMKG, instansi terkait, relawan dan elemen masyarakat, khususnya di Kalbar sudah berjalan baik dan kompak. "Jadi sudah ada pembagian terkait siapa yang menjadi satgas darat. Kemudian pada saat titik api mulai meningkat maka ada satgas udara yang bekerja dilengkapi dengan Water Bombing dan juga memanfaatkan modifikasi cuaca pada saat ada awan yang kemudian bisa diubah menjadi hujan," ujar Sigit. Lebih dalam, Sigit juga menekankan soal adanya edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat yang masih membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, ada sejumlah aturan yang harus diperhatikan apabila memang melakukan hal tersebut. "Mungkin saya mengimbau karena memang juga masih ada kearifan lokal untuk membuka lahan, tolong untuk aturan yang ada agar dipatuhi. Bagaimana untuk membuka lahan secara kearifan lokal tentunya ada aturan-aturannya, ada garis pembatas kemudian harus diawasi sampai selesai dan tidak ada yang terbakar lagi," ucap Sigit. Meski begitu, Sigit berharap, masyarakat dapat diberikan pemahaman atau edukasi soal bahaya membakar untuk membuka lahan. "Ini tentunya menjadi hal-hal yang juga harus diperhatikan. Namun, tentunya imbauan kita adalah sebaiknya membuka lahan tidak perlu dengan membakar," imbuh Sigit. Di sisi lain, Sigit meminta seluruh pihak di Kalbar untuk terus menjaga kekompakan serta sinergisitas dalam rangka mencegah kebakaran hutan dan lahan. Mengingat, hal tersebut menjadi atensi dari Presiden Prabowo Subianto. "Jadi saya ucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh tim tergabung dalam satgas karhutla. Karena ini menjadi perhatian dari Bapak Presiden, saya minta untuk tim terus dijaga kekompakannya dipertahankan dan mudah-mudahan kita bisa lampaui waktu sampai dengan akhir Agustus nanti dan kebakaran hutan betul-betul bisa terjaga," tutup Sigit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *