Dompu, NTB — Bhabinkamtibmas Desa Malaju Polsek Kilo, AIPTU Iwan Setiawan, bersama Babinsa, Sekretaris Desa Malaju dan Pengamat Pengairan Kecamatan Kilo melaksanakan kegiatan problem solving terkait keluhan petani mengenai berkurangnya debit air pada saluran irigasi di wilayah Desa Malaju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 10.30 Wita tersebut dilaksanakan di So Munte, Dusun Patula Timur, Desa Malaju, setelah adanya laporan dari warga, khususnya para petani, mengenai terhambatnya aliran air menuju Bendungan Patula.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, berkurangnya debit air tersebut diduga berkaitan dengan adanya pembendungan aliran sungai yang dilakukan oleh salah seorang warga berinisial D untuk membuat akses jembatan menuju lahan pertaniannya. Kondisi tersebut menyebabkan aliran air menuju bendungan menjadi terhambat.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, Bhabinkamtibmas bersama unsur terkait turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi saluran air dan memastikan permasalahan yang dikeluhkan masyarakat.
Setelah melakukan pengecekan, tim kemudian menemui warga yang bersangkutan dan memberikan pemahaman mengenai dampak pembendungan terhadap aliran air yang dibutuhkan para petani.
Melalui pendekatan dialogis dan musyawarah, warga tersebut memahami keluhan para petani dan menerima masukan yang disampaikan. Ia juga menyatakan kesediaannya untuk melakukan pembongkaran terhadap jembatan atau pembendungan tersebut dalam waktu dekat agar aliran air menuju Bendungan Patula kembali lancar.
Kapolsek Kilo IPTU Rusnadin, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan problem solving yang dilakukan Bhabinkamtibmas merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan dasar dan keberlangsungan aktivitas pertanian.
“Kami akan membantu mencari solusi terbaik dalam penyelesaian permasalahan ini. Jangan sampai persoalan aliran air mengakibatkan para petani mengalami kekurangan air yang pada akhirnya dapat mengganggu tanaman dan berpotensi menyebabkan gagal panen,” ujar IPTU Rusnadin.
Ia menambahkan bahwa penyelesaian permasalahan di tengah masyarakat harus mengedepankan komunikasi, musyawarah dan kepentingan bersama.
“Kami mengimbau seluruh pihak agar dapat saling memahami dan tidak mengambil tindakan yang dapat merugikan masyarakat lainnya. Kepentingan bersama harus menjadi perhatian, terutama menyangkut kebutuhan air bagi lahan pertanian,” jelasnya.
Kapolsek juga mengapresiasi sinergi antara Bhabinkamtibmas, Babinsa, pemerintah desa dan pengamat pengairan dalam merespons keluhan masyarakat secara langsung.
Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika, menyampaikan bahwa langkah problem solving yang dilakukan Bhabinkamtibmas merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri dalam membantu masyarakat menyelesaikan permasalahan secara persuasif dan mengedepankan kepentingan bersama.
“Polri melalui Bhabinkamtibmas hadir untuk mendengar dan membantu mencari solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. Penyelesaian secara dialogis dan musyawarah merupakan langkah yang baik untuk mencegah permasalahan berkembang menjadi konflik,” ungkap IPTU I Nyoman Suardika.
Ia menambahkan bahwa Polres Dompu mendukung upaya menjaga kelancaran kebutuhan air bagi masyarakat, khususnya para petani.
“Kami berharap semua pihak dapat menghormati kepentingan bersama dan menjaga fasilitas maupun saluran irigasi agar tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Dengan kerja sama seluruh pihak, kebutuhan air untuk pertanian dapat tetap terjaga dan aktivitas masyarakat berjalan dengan baik,” pungkasnya.











