Berita

Satlantas Lobar Edukasi Kamseltibcar Lantas di Sekolah saat Operasi Zebra Rinjani 2025

×

Satlantas Lobar Edukasi Kamseltibcar Lantas di Sekolah saat Operasi Zebra Rinjani 2025

Sebarkan artikel ini
Operasi Zebra Rinjani 2025, Polres Lobar Kampanyekan Keselamatan Jalan ke Wali Murid dan Siswa

Lombok Barat, NTB – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lombok Barat, Polda NTB, kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcar Lantas) di wilayah hukumnya. Dalam rangkaian pelaksanaan Operasi Zebra Rinjani 2025, personel Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) secara proaktif turun langsung ke jalan raya dan lingkungan sekolah untuk menyebarkan edukasi serta meningkatkan kesadaran masyarakat.

Kegiatan kampanye ini dipusatkan di sekitar Jalan Raya Labuapi dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Labuapi pada Selasa, 18 November 2025. Dimulai sejak pukul 07.00 WITA, fokus kegiatan adalah memberikan pemahaman yang masif kepada berbagai elemen masyarakat, khususnya para orang tua/wali murid yang mengantar anak-anak mereka ke sekolah, mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas.

Penyebaran Informasi Kunci Operasi Zebra Rinjani 2025

Unit Kamsel Satlantas Polres Lombok Barat, yang dipimpin oleh Kanit Kamsel, melaksanakan aksi nyata dengan membagikan ribuan brosur informasi seputar Operasi Zebra Rinjani 2025. Brosur-brosur tersebut diserahkan langsung kepada para wali murid yang berinteraksi di sekitar gerbang masuk sekolah. Langkah ini diambil mengingat jam sibuk pagi hari adalah momen krusial di mana kepadatan lalu lintas di area sekolah mencapai puncaknya.

Selain pembagian brosur, personel juga memasang stiker resmi Operasi Zebra Rinjani 2025 di lingkungan SMPN 1 Labuapi. Pemasangan stiker ini berfungsi sebagai pengingat visual yang konstan bagi siswa, guru, dan seluruh staf sekolah untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas, bahkan saat tidak ada petugas yang berjaga. Melalui pendekatan edukatif dan persuasif ini, diharapkan pesan Kamseltibcar Lantas dapat tertanam kuat di benak masyarakat.

Strategi Edukatif di Tengah Operasi Penegakan Hukum

Pelaksanaan Operasi Zebra Rinjani yang berlangsung selama 14 hari, terhitung sejak 17 hingga 30 November 2025, memang memiliki fokus utama pada penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas kasat mata. Namun, Polres Lombok Barat memastikan bahwa aspek edukasi dan preventif tidak terabaikan. Kampanye yang menyasar area sekolah ini merupakan salah satu strategi andalan untuk menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak dini.

Baca Juga :  Tinjau Penanganan Karhutla Kalbar, Kapolri Ungkap Titik Api Terus Menurun Kalbar - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa jumlah Hotspot atau titik api kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) terus mengalami penurunan. Hal tersebut diungkap Sigit usai mendengarkan paparan langsung (Karhutla) di Gedung BPPTD, Mempawah, Kalimantan Barat, Jumat (8/8/2025). Dari hasil paparan, Sigit menyampaikan bahwa, manajemen lintas sektoral di Kalbar sudah berjalan dengan baik terkait penanggulangan karhutla. Laporan yang diterimanya mulai bulan Juni, Juli dan Agustus. "Kemarin, masih ada Hotspot ada kurang lebih 32 kalau tak salah. Selama dua hari dari kemarin sampai sekarang makin menurun dan modifikasi cuacanya saya lihat juga berhasil. Sehingga ini juga tentu bisa sangat signifikan membantu pemadaman terhadap titik-titik api yang ada," kata Sigit. Menurut Sigit, penanganan maupun sejumlah langkah strategis yang dilaksanakan oleh Polri, TNI, BNPB, BMKG, instansi terkait, relawan dan elemen masyarakat, khususnya di Kalbar sudah berjalan baik dan kompak. "Jadi sudah ada pembagian terkait siapa yang menjadi satgas darat. Kemudian pada saat titik api mulai meningkat maka ada satgas udara yang bekerja dilengkapi dengan Water Bombing dan juga memanfaatkan modifikasi cuaca pada saat ada awan yang kemudian bisa diubah menjadi hujan," ujar Sigit. Lebih dalam, Sigit juga menekankan soal adanya edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat yang masih membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, ada sejumlah aturan yang harus diperhatikan apabila memang melakukan hal tersebut. "Mungkin saya mengimbau karena memang juga masih ada kearifan lokal untuk membuka lahan, tolong untuk aturan yang ada agar dipatuhi. Bagaimana untuk membuka lahan secara kearifan lokal tentunya ada aturan-aturannya, ada garis pembatas kemudian harus diawasi sampai selesai dan tidak ada yang terbakar lagi," ucap Sigit. Meski begitu, Sigit berharap, masyarakat dapat diberikan pemahaman atau edukasi soal bahaya membakar untuk membuka lahan. "Ini tentunya menjadi hal-hal yang juga harus diperhatikan. Namun, tentunya imbauan kita adalah sebaiknya membuka lahan tidak perlu dengan membakar," imbuh Sigit. Di sisi lain, Sigit meminta seluruh pihak di Kalbar untuk terus menjaga kekompakan serta sinergisitas dalam rangka mencegah kebakaran hutan dan lahan. Mengingat, hal tersebut menjadi atensi dari Presiden Prabowo Subianto. "Jadi saya ucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh tim tergabung dalam satgas karhutla. Karena ini menjadi perhatian dari Bapak Presiden, saya minta untuk tim terus dijaga kekompakannya dipertahankan dan mudah-mudahan kita bisa lampaui waktu sampai dengan akhir Agustus nanti dan kebakaran hutan betul-betul bisa terjaga," tutup Sigit.

Kasat Lantas Polres Lombok Barat, Iptu Dina Rizkiana, S.Tr.K., menegaskan bahwa keselamatan adalah prioritas utama. Beliau menekankan bahwa operasi ini bukan semata-mata mencari pelanggar, melainkan bertujuan untuk menyelamatkan nyawa masyarakat.

“Kegiatan kampanye hari ini adalah bagian integral dari Operasi Zebra Rinjani 2025. Kami ingin memastikan bahwa seluruh elemen masyarakat, termasuk wali murid, memahami betul pentingnya peran mereka dalam menciptakan Kamseltibcar Lantas,” ujar Iptu Dina Rizkiana dengan tegas.

“Kesadaran akan keselamatan harus dimulai dari rumah dan lingkungan sekolah. Kami berharap, dengan pembagian brosur dan pemasangan stiker ini, informasi mengenai sasaran utama operasi dan pentingnya kepatuhan lalu lintas dapat tersampaikan secara luas dan menjadi pengingat harian bagi kita semua. Tujuan kami hanya satu: mewujudkan keselamatan berlalu lintas yang berkelanjutan di wilayah hukum Polres Lombok Barat,” tambahnya.

Mewujudkan Kesadaran Kolektif untuk Keselamatan Jalan

Pendekatan di area sekolah dinilai sangat efektif karena melibatkan orang dewasa (wali murid) yang membawa kendaraan, sekaligus anak-anak (siswa) yang merupakan calon pengguna jalan di masa depan. Personel Satlantas juga memberikan himbauan langsung mengenai pentingnya penggunaan helm standar, tidak melawan arus, dan kelengkapan surat-surat kendaraan.

Kegiatan ini diharapkan dapat memicu kesadaran kolektif di kalangan masyarakat. Ketika orang tua menjadi contoh yang baik dalam berkendara, hal itu akan secara otomatis membentuk kebiasaan yang baik pada anak-anak mereka. Dengan demikian, upaya preventif yang dilakukan hari ini akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi peningkatan disiplin dan penurunan angka kecelakaan lalu lintas di Lombok Barat.

“Setiap nyawa berharga. Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab kita bersama. Melalui kegiatan edukatif ini, kami berharap terciptanya kesadaran penuh dari seluruh masyarakat Lombok Barat, sehingga tujuan utama dari Operasi Zebra Rinjani, yaitu terciptanya Kamseltibcar Lantas yang aman dan nyaman, dapat tercapai secara maksimal,” tutup Kasat Lantas Iptu Dina Rizkiana.

Baca Juga :  Kapolres Sumbawa Pimpin Rapat Strategis Ketahanan Pangan 2026 Bersama Bulog dan Tani Merdeka

Personel Unit Kamsel akan terus melanjutkan kegiatan kampanye dan edukasi di berbagai titik strategis lain di Lombok Barat selama Operasi Zebra Rinjani 2025 berlangsung, menyinergikan upaya preventif dengan penindakan yang tegas, terukur, dan humanis. Masyarakat diimbau untuk selalu melengkapi diri dengan surat-surat kendaraan, mematuhi rambu, serta mengutamakan keselamatan saat berkendara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *