Praya, NTB – Personel SPKT II Polsek Batukliang, Polresta Lombok Tengah, melaksanakan patroli dialogis di Pertamina Montong Saget, Desa Mantang, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Senin (10/8), untuk mencegah terjadinya penimbunan dan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 12.00 Wita tersebut dipimpin Ps. KASPKT II Polsek Batukliang Aiptu Sirajudin bersama Banit Samapta Aipda Ahmad Busyairi, S.H. dan Aipda Ahmad Roayidi.
Dalam patroli dialogis tersebut, personel kepolisian menyampaikan imbauan kepada masyarakat yang melakukan pembelian BBM agar menggunakan bahan bakar sesuai dengan peruntukannya serta tidak melakukan penimbunan maupun pembelian dalam jumlah tidak wajar.
Petugas juga mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti aturan dan antrean yang telah ditetapkan sehingga proses pelayanan di SPBU dapat berjalan tertib, aman dan tidak mengganggu pengguna jalan maupun masyarakat lainnya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan peruntukannya. Jangan melakukan penimbunan karena dapat merugikan masyarakat lainnya,” ujar personel saat memberikan imbauan.
Selain kepada masyarakat, petugas juga berdialog dengan karyawan Pertamina untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap adanya pembelian BBM dalam jumlah besar yang tidak disertai izin atau dokumen resmi.
Personel meminta pihak Pertamina segera berkoordinasi dengan kepolisian apabila menemukan adanya indikasi pembelian BBM dalam jumlah besar yang dinilai tidak wajar atau berpotensi disalahgunakan.
Patroli dialogis tersebut merupakan bagian dari langkah preventif Polsek Batukliang dalam menjaga stabilitas kamtibmas sekaligus memastikan distribusi BBM di wilayah hukum Polsek Batukliang berjalan tertib dan tepat sasaran.
Melalui kegiatan tersebut, Polresta Lombok Tengah terus mendorong jajaran kepolisian untuk aktif melakukan pemantauan di lokasi strategis serta membangun komunikasi dengan masyarakat dan pengelola SPBU guna mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas.
Selama kegiatan berlangsung situasi terpantau aman, tertib dan kondusif.











