Bali NusraBeritaBerita NTBBinkamDaerahLombokLombok BaratNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPelajar/MahasiswaPemerintahanPengetahuanPeristiwaPertanianSinergitas Pemda TNI POLRITeknologiTNI-Polri

Mahasiswa KKN dan Babinsa Dorong Kemandirian Peternak Eyat Mayang

×

Mahasiswa KKN dan Babinsa Dorong Kemandirian Peternak Eyat Mayang

Sebarkan artikel ini

Lombok Barat, NTB – Keterbatasan pakan hijau bukan menjadi penghalang bagi peternak untuk mengembangkan usaha sapi. Melalui pengenalan teknologi silase, masyarakat Desa Eyat Mayang, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendapat pengetahuan baru tentang cara mengolah bahan pakan menjadi persediaan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

 

Upaya tersebut terlihat dalam kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan pakan sapi berbasis teknologi silase (feed silage) dengan pendekatan agroekonomis. Kegiatan yang melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (KKN PMM) bersama Pemerintah Desa Eyat Mayang berlangsung di Dusun Eyat Mayang, wilayah teritorial Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Mataram, Kamis (1/10/2026).

 

Mengenalkan Teknologi, Membuka Peluang Peternak

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai teknologi silase, tetapi juga mengikuti praktik langsung tahapan pengolahan dan pembuatan pakan sapi. Melalui metode ini, masyarakat diperkenalkan pada pemanfaatan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar sebagai alternatif untuk membantu memenuhi kebutuhan pakan ternak.

 

Teknologi silase merupakan salah satu metode pengawetan pakan hijau (dedaunan atau rumput-rumputan) atau bahan pakan melalui proses fermentasi dalam kondisi minim oksigen. Jika dilakukan dengan bahan, kadar air, dan proses penyimpanan yang tepat, pakan dapat disimpan untuk digunakan sesuai kebutuhan.

 

Bagi peternak, pengetahuan tersebut menjadi penting, terutama ketika ketersediaan pakan hijau berkurang. Persediaan pakan yang dikelola dengan baik diharapkan dapat membantu menjaga keberlangsungan pemeliharaan ternak sekaligus mendukung efisiensi usaha peternakan keluarga.

 

Babinsa Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sertu Saperi, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-04/Gerung mengatakan, pemantauan kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas Babinsa dalam mendampingi berbagai aktivitas masyarakat di wilayah binaan. Menurutnya, kegiatan edukasi yang memberikan keterampilan praktis perlu didukung karena berpotensi membuka peluang pengembangan usaha warga.

Baca Juga :  29 Pengendara Ditindak di Operasi Patuh Rinjani 2025 di Lembar, Lombok Barat

 

“Kami sangat mendukung kegiatan yang memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada masyarakat, khususnya para peternak. Dengan adanya teknologi silase, masyarakat dapat memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar untuk diolah menjadi pakan ternak yang dapat disimpan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan,” ujarnya.

 

Ia berharap, penerapan teknologi tersebut dapat membantu meningkatkan produktivitas peternakan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat. Dengan demikian, peternak tidak hanya mengandalkan ketersediaan pakan harian, tetapi juga mulai mengenal cara menyiapkan persediaan untuk menghadapi perubahan kondisi di lapangan.

 

Peternak Mendapat Pengetahuan Baru

Antusiasme juga terlihat dari warga yang mengikuti sosialisasi dan praktik tersebut. Salah seorang peternak Dusun Eyat Mayang, H. Ismail, mengapresiasi kegiatan yang dinilainya memberikan tambahan pengetahuan untuk mendukung usaha peternakan masyarakat.

 

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai masyarakat dan peternak. Kami jadi mengetahui cara mengolah bahan yang ada di sekitar menjadi pakan sapi yang dapat disimpan dan digunakan ketika pakan hijauan sulit didapat. Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan dan dapat membantu meningkatkan usaha peternakan masyarakat,” ungkapnya.

 

Bagi para peternak, pengetahuan praktis seperti ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Penerapan yang tepat di tingkat rumah tangga dapat menjadi langkah awal untuk mengelola kebutuhan pakan secara lebih terencana, menyesuaikan dengan ketersediaan bahan lokal dan kemampuan masing-masing peternak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *