Berita

Smart Patrol Gabungan TNI-Polri dan Pengelola Kawasan Cegah Kerusakan Hutan di Taman Nasional Gunung Tambora

×

Smart Patrol Gabungan TNI-Polri dan Pengelola Kawasan Cegah Kerusakan Hutan di Taman Nasional Gunung Tambora

Sebarkan artikel ini

 

Dompu, NTB – Polsek Pekat bersama unsur TNI, Balai Taman Nasional Gunung Tambora, Manggala Agni, Mitra Polhut dan masyarakat melaksanakan Smart Patrol gabungan dalam rangka menjaga kelestarian kawasan hutan Taman Nasional Gunung Tambora, Senin (28/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WITA tersebut berlangsung di jalur Subarno, Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu.

Patroli gabungan tersebut melibatkan empat personel Balai Taman Nasional Gunung Tambora, empat personel Manggala Agni, enam personel Mitra Polhut, dua personel Polsek Pekat dan dua personel TNI AD.

Dalam pelaksanaannya, tim gabungan melakukan pemantauan terhadap titik-titik yang berpotensi mengalami kebakaran sekaligus mengantisipasi meluasnya areal yang terbakar apabila ditemukan titik api di dalam kawasan.

Personel juga memberikan imbauan secara persuasif kepada warga maupun kelompok tani yang ditemui di sekitar lahan yang berbatasan dengan kawasan Taman Nasional Gunung Tambora. Masyarakat diingatkan agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang dapat menyebabkan kerusakan kawasan hutan.

Selain itu, patroli diarahkan untuk memantau dan mengamankan pal batas antara kawasan hutan konservasi dengan hutan hak masyarakat agar tidak dipindahkan maupun dirusak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Tim gabungan juga melakukan pengawasan terhadap areal gred untuk mengantisipasi aktivitas perburuan satwa di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Tambora.

Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan adanya aktivitas illegal logging yang dinilai semakin marak pada areal kawasan. Petugas juga menemukan satu unit mesin chainsaw yang diduga ditinggalkan oleh pelaku aktivitas penebangan liar.

Kapolsek Pekat IPTU Jubaidin menyampaikan bahwa Smart Patrol gabungan merupakan langkah preventif untuk meningkatkan pengawasan terhadap kawasan hutan sekaligus memperkuat sinergitas antarinstansi dalam menjaga kelestarian ekosistem Taman Nasional Gunung Tambora.

Baca Juga :  Polda NTB Salurkan Makan Bergizi Gratis Perdana ke Sekolah di Ampenan

“Patroli ini merupakan bentuk sinergitas lintas sektoral dalam menjaga kawasan Taman Nasional Gunung Tambora. Kami melakukan pemantauan terhadap potensi kebakaran, perambahan, illegal logging maupun aktivitas perburuan yang dapat mengancam kelestarian kawasan,” ujar IPTU Jubaidin.

Menurutnya, keberadaan personel gabungan di lapangan juga memberikan dampak pencegahan terhadap pihak-pihak yang memiliki niat melakukan pelanggaran di dalam kawasan.

“Dengan adanya patroli secara bersama-sama, kami berharap dapat mencegah niat maupun kesempatan oknum atau kelompok untuk melakukan perambahan, pembersihan lahan dengan cara membakar ataupun melakukan perburuan satwa di kawasan Taman Nasional Gunung Tambora,” jelasnya.

Kapolsek juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kawasan hutan.

“Kami mengajak masyarakat yang memiliki lahan di sekitar kawasan untuk bersama-sama menjaga batas kawasan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak hutan. Apabila menemukan adanya kegiatan yang mencurigakan atau berpotensi merusak kawasan, segera informasikan kepada petugas,” imbaunya.

Ia menambahkan bahwa temuan mesin chainsaw dalam kegiatan patroli menjadi perhatian petugas dan akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak terkait untuk penanganan sesuai ketentuan.

Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K. melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika menyampaikan bahwa upaya menjaga kawasan hutan membutuhkan keterlibatan dan sinergitas seluruh pihak.

“Polres Dompu mendukung kegiatan patroli gabungan dalam rangka menjaga kelestarian kawasan Taman Nasional Gunung Tambora. Sinergitas antara TNI-Polri, pengelola kawasan, Manggala Agni, Mitra Polhut dan masyarakat merupakan bagian penting dalam mencegah berbagai bentuk gangguan terhadap kawasan hutan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *