Pertandingan persaudaraan namun sarat gengsi tersebut menyajikan peragaan KATA kelas dunia. Setelah melalui penilaian yang sangat ketat, Bripda Sonya harus mengakui keunggulan rekan satu timnya dengan skor 4-1. Hasil ini secara otomatis mengantarkan Bripda Sonya menduduki peringkat ketiga sekaligus mengamankan medali perunggu untuk kontingen Polri.
“Persaingan di semifinal sangat kompetitif karena Bripda Sonya harus berhadapan langsung dengan rekannya yang merupakan atlet Pelatnas Indonesia. Meskipun belum berhasil menembus partai puncak, penampilan Bripda Sonya luar biasa dan skor 4-1 menunjukkan betapa ketatnya kualitas peragaan KATA di lapangan,” tutur AKP Arif Abdillah membedah jalannya laga.
Sinergi dan Pembinaan Atlet Bhayangkara
Kejuaraan Open Tournament Karate Piala Panglima TNI 2026 tak sekadar menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga sarana untuk mempererat soliditas serta sinergitas antara TNI dan Polri melalui semangat olahraga. Atmosfer kompetisi yang kompetitif namun tetap menjunjung tinggi sportifitas menjadi cerminan keharmonisan kedua instansi benteng negara tersebut.
AKP Arif Abdillah berharap pencapaian Bripda Sonya Aulia Ningrum dapat menjadi pemicu semangat dan sumber inspirasi bagi seluruh personel Polda NTB, khususnya para anggota muda, untuk terus menggali potensi diri dan meraih prestasi di bidang yang dikuasai.
“Capaian medali perunggu ini tentu menjadi bahan evaluasi positif sekaligus motivasi bagi kami di KBP Polda NTB. Kami akan terus mendukung dan membina potensi-potensi atlet di lingkungan polda agar ke depan mampu menyumbangkan lebih banyak medali emas, baik untuk institusi Polri maupun untuk bangsa dan negara,” pungkas AKP Arif.
Dengan berakhirnya gelaran Open Tournament Karate Piala Panglima TNI 2026, Tim Karate Bhayangkara Presisi Mabes Polri kembali membawa pulang deretan prestasi berharga, di mana kontribusi Bripda Sonya Aulia Ningrum dari Polda NTB menjadi salah satu catatan emas dalam perjalanan pembinaan olahraga kepolisian tahun ini.







