Berita

SAAT GALODO MENERJANG SOLOK, POLRI HADIR MELAYANI: SAR DIKERAHKAN, MAPOLRES JADI TEMPAT PENGUNGSIAN

×

SAAT GALODO MENERJANG SOLOK, POLRI HADIR MELAYANI: SAR DIKERAHKAN, MAPOLRES JADI TEMPAT PENGUNGSIAN

Sebarkan artikel ini

Sementara itu, dua warga masih dalam pencarian, yakni Dafi Arahman (21) dan Agusra (59).

Tim SAR terus melakukan penyisiran di wilayah terdampak dengan memperhatikan kondisi medan dan potensi bencana susulan. Bersamaan dengan pencarian, personel dan operator alat berat melakukan pembersihan material lumpur, batu dan kayu untuk membuka kembali akses masyarakat.

Sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat, Mapolres Solok disiapkan sebagai salah satu lokasi pengungsian bagi warga yang membutuhkan tempat aman.

Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 50 warga diperkirakan membutuhkan tempat pengungsian.

Selain Mapolres Solok, lokasi pengungsian sementara juga disiapkan di Rumah Dinas Wakil Bupati Solok dan Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Solok.

Polri juga menyiapkan posko pelayanan kesehatan, dapur lapangan dan trauma healing, termasuk dukungan psikologis bagi warga dan anak-anak yang terdampak bencana.

Material galodo menerjang sejumlah kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok. Kantor Dinas PUPR tertimbun material sekitar 30 cm, sedangkan Kantor DPMN sekitar 20 cm.

Sejumlah kantor lainnya juga terdampak, antara lain Kantor DPRD, Bapenda, Bapelitbang, Inspektorat Daerah, Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan dan BKPSDM dengan ketebalan material berkisar 20–60 cm.

Sekitar 100 unit rumah masyarakat diperkirakan terdampak, sementara pendataan dan verifikasi masih dilakukan BPBD Kabupaten Solok.

Sejumlah kendaraan dinas dan masyarakat juga terdampak. Pendataan kendaraan roda dua masih berlangsung.

Satu unit jembatan penghubung jalan utama Arosuka tertimbun material sehingga belum dapat dilalui. Masjid Kayu Aro juga terdampak material longsor.

Penanganan bencana dilakukan secara terpadu dengan mengedepankan keselamatan masyarakat. Personel Polri bersama unsur gabungan terus melakukan pencarian, evakuasi, pembersihan material, pengamanan lokasi, pembukaan akses serta pelayanan kepada masyarakat terdampak.

Baca Juga :  Bakti Sosial Hari Bhayangkara ke-80: Polres Sumbawa Salurkan 500 Kg Beras Gratis untuk Masyarakat

Brigjen Pol Trunoyudo menegaskan, seluruh langkah tersebut merupakan bentuk kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat di tengah situasi bencana.

“Kami ingin masyarakat terdampak merasa aman dan terlayani. Pencarian korban terus dilakukan, material dibersihkan, akses dibuka, sementara kebutuhan dasar dan kondisi psikologis masyarakat juga menjadi perhatian Polri. Penanganan akan terus dilakukan secara terpadu bersama seluruh unsur terkait sampai masyarakat terdampak mendapatkan pertolongan,” pungkasnya.

Polri mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan longsor serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Polri hadir sejak awal untuk menyelamatkan, melindungi dan melayani masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *