Lombok Utara, NTB – Bagi sebagian warga, jembatan bukan sekadar bangunan beton yang menghubungkan dua sisi sungai. Di balik konstruksi yang perlahan berdiri, tersimpan harapan agar anak-anak lebih mudah berangkat sekolah, hasil pertanian lebih cepat dibawa ke pasar, dan aktivitas ekonomi masyarakat tidak lagi terhambat.
Harapan itulah yang diwujudkan melalui pembangunan dua jembatan beton di wilayah teritorial Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Mataram, Sabtu (12/9/2026).
Pembangunan dilaksanakan secara gotong royong oleh prajurit TNI AD bersama pemerintah desa dan masyarakat setempat.
Dua sasaran pembangunan tersebut berada di Sungai Segara Katon, Desa Segara Katon, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, serta Sungai Pengantap, Desa Persiapan Pengantap, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, NTB.
Komandan Kodim (Dandim) 1606/Mataram Kolonel Inf Nyarman, M.Tr.(Han)., menuturkan, “Kehadiran prajurit TNI bersama masyarakat di lokasi pembangunan menjadi gambaran nyata bahwa pembangunan infrastruktur dapat tumbuh dari semangat kebersamaan. Setiap pekerjaan dilakukan untuk mempercepat hadirnya akses yang lebih aman dan memadai bagi masyarakat,” ucapnya.
Dua Jembatan, Dua Harapan Masyarakat
Di lokasi pertama, jembatan beton yang dibangun di atas Sungai Segara Katon memiliki panjang 12 meter dan lebar 3 meter. Hingga Sabtu (12/9), progres pembangunan telah mencapai 36 persen.
Pengerjaan melibatkan dua personel TNI, satu orang dari pemerintah desa, serta 10 warga masyarakat. Kolaborasi tersebut menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dalam menyelesaikan pembangunan yang secara langsung menyentuh kebutuhan warga.
Sementara itu, pembangunan jembatan kedua berada di Sungai Pengantap, Desa Persiapan Pengantap, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat.
Jembatan beton tersebut memiliki panjang 13 meter dengan lebar 3 meter. Progres pembangunannya telah mencapai 47 persen, dengan dukungan dua personel TNI, satu orang dari pemerintah desa, dan 10 masyarakat setempat.
Dua titik pembangunan ini merupakan bagian dari sasaran pembangunan jembatan di wilayah Korem 162/Wira Bhakti, khususnya tahap V yang mencakup tujuh titik, dengan dua titik berada di wilayah Kodim 1606/Mataram.
Infrastruktur yang Menyentuh Kehidupan Warga
pembangunan jembatan memiliki arti penting bagi masyarakat yang setiap hari bergantung pada akses penghubung antarkawasan.
“Jembatan yang layak dapat memperlancar perjalanan warga, termasuk anak-anak sekolah. Selain itu, akses transportasi yang lebih baik juga diharapkan membantu masyarakat membawa hasil pertanian maupun berbagai kebutuhan ekonomi lainnya,” ujar kepala dusun Segara Katon.
Dengan akses yang semakin terbuka, waktu tempuh masyarakat dapat menjadi lebih efisien. Aktivitas ekonomi pun memiliki ruang untuk berkembang karena mobilitas orang dan barang menjadi lebih mudah.
Bagi warga, manfaat pembangunan tersebut tidak berhenti ketika jembatan selesai dibangun. Infrastruktur ini diharapkan menjadi penghubung yang mampu menghadirkan manfaat dalam jangka panjang.
TNI Hadir Bersama Masyarakat
Keterlibatan prajurit TNI AD dalam pembangunan jembatan juga memperkuat semangat kemanunggalan TNI dan rakyat. Prajurit tidak hanya hadir dalam tugas pertahanan, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.
“Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama di lapangan. TNI, pemerintah desa, dan masyarakat bekerja bersama menyelesaikan pekerjaan dengan tujuan yang sama, yakni menghadirkan akses transportasi yang lebih baik,” ucap salah satu anggota yang bekerja.











