Mataram, NTB – Ketika sebuah bangunan hampir selesai tetapi pekerjaan terhenti, yang tersisa bukan hanya material di lokasi. Ada pelayanan masyarakat yang ikut terdampak dan ada harapan warga yang menunggu bangunan tersebut segera dimanfaatkan.
Kondisi itulah yang terjadi pada pembangunan kantor dan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Bangunan yang disebut telah mencapai sekitar 85 persen tersebut sempat terkendala setelah pekerjaan tidak lagi dilanjutkan oleh pihak pemborong.
Melihat kondisi tersebut, Komandan Koramil (Danramil) 1606-09/Ampenan Kapten Inf Matiridi menindaklanjuti perintah Komandan Kodim (Dandim) 1606/Mataram bersama anggota turun langsung membantu proses percepatan pembangunan. Langkah tersebut dilakukan agar pekerjaan tidak semakin berlarut dan bangunan dapat segera diselesaikan serta dimanfaatkan masyarakat, Selasa (1/9/2026).
Bagi jajaran Koramil 1606-09/Ampenan, keterlibatan tersebut bukan sekadar membantu pekerjaan fisik. Kehadiran personel juga diarahkan untuk membantu proses pengangkutan dan penataan material di sekitar lokasi pembangunan.
Pelayanan Kelurahan Tetap Berjalan
Lokasi bangunan KDKMP berada tepat di samping Kantor Lurah Ampenan Utara. Karena itu, keberadaan material dan aktivitas pembangunan berpotensi mengganggu pelayanan kepada masyarakat apabila tidak ditata dengan baik.
Lurah Ampenan Utara, Budi Wahyudin, mengapresiasi keterlibatan anggota Kodim 1606/Mataram melalui jajaran Koramil 1606-09/Ampenan.
Menurutnya, personel TNI tidak hanya membantu proses pengerjaan bangunan, tetapi juga ikut menangani pengangkutan material sehingga aktivitas di sekitar kantor kelurahan dapat tetap berjalan.
“Anggota Kodim di bawah jajaran Koramil 1606-09/Ampenan membantu seluruh proses pengerjaan dan pengangkutan material. Ini sangat membantu karena bangunan KDKMP berada tepat bersebelahan dengan Kantor Lurah,” ujar Budi.
Ia berharap percepatan tersebut dapat membuat pembangunan segera selesai. Dengan demikian, material tidak lagi menumpuk di sekitar kantor dan pelayanan masyarakat dapat berlangsung lebih nyaman.
Sebelumnya, kondisi pembangunan KDKMP yang terhenti juga disebut berdampak pada aktivitas pelayanan publik karena sebagian material masih berada di sekitar halaman kantor kelurahan.
Warga Khawatir Material Hilang
Kehadiran personel TNI di lokasi juga mendapat perhatian warga sekitar. Salah satunya Aminah (56), warga yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung di sekitar kawasan tersebut.
Menurut Aminah, keberadaan anggota TNI membuat material yang masih tersisa di lokasi menjadi lebih terjaga. Terlebih, bangunan KDKMP berada di kawasan yang ramai dan berada di pinggir jalan utama menuju Kota Mataram.
“Kalau tidak ada TNI yang bekerja di sini, mungkin beberapa material bisa hilang atau dicuri orang. Lokasinya di pinggir jalan utama, jadi cukup terbuka,” kata Aminah.
Bagi warga seperti Aminah, kehadiran personel TNI memberikan rasa aman tersendiri. Material yang sebelumnya hanya berada di lokasi pembangunan kini mendapat perhatian lebih karena proses pengerjaan kembali bergerak.
Bukan Sekadar Bangunan
Kapten Inf Maturidi menegaskan, keterlibatan Koramil 1606-09/Ampenan merupakan bagian dari kepedulian TNI terhadap lingkungan dan masyarakat di wilayah binaannya.
“Yang kami lakukan adalah membantu agar pembangunan ini tidak mangkrak. Kami berupaya mendukung percepatan pengerjaan, termasuk membantu pengangkutan dan penataan material agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Kapten Inf Maturidi.











