Lombok Timur — Kebakaran melanda Asrama 3 Putra MA Muallimin NW Anjani, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Minggu malam (23/8/2026). Sedikitnya empat ruangan dilaporkan terdampak kebakaran sebelum api berhasil dipadamkan petugas.
Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun, kebakaran terjadi sekitar pukul 20.20 Wita. Api pertama kali terlihat muncul dari bagian atas plafon salah satu ruangan di Asrama 3 Putra.
Kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke sejumlah ruangan di deretan bangunan tersebut. Salah satu ruangan yang turut terdampak adalah laboratorium komputer.
Personel Kepolisian Resor Lombok Timur dipimpin langsung Kapolres Lotim Bersama dengan Petugas pemadam kebakaran yang menerima laporan kemudian bergerak menuju lokasi. Sekitar 12 menit setelah api pertama kali terlihat, tiga unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) Lombok Timur bersama satu unit mobil tangki air tiba di lokasi.
Petugas langsung melakukan upaya pemadaman untuk mengendalikan kobaran api sekaligus mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Setelah sekitar 40 menit berjibaku, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api. Tidak lama berselang, personel kepolisian dari Polres Lombok Timur juga mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan serta mengumpulkan informasi terkait kejadian tersebut.
Kapolres Lombok Timur AKBP Ariakta Gagah Nugraha membenarkan adanya kebakaran yang terjadi di Asrama 3 Putra MA Muallimin NW Anjani tersebut.
“Alhamdulillah, api kurang lebih 40 menit berhasil dipadamkan dengan tiga unit mobil Damkar Lombok Timur dan satu unit tangki air,” ujar AKBP Ariakta Gagah Nugraha.
Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian masih melakukan pengecekan di lokasi untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai penyebab kebakaran. Sementara itu, pendataan terhadap ruangan dan fasilitas yang terdampak juga dilakukan.
Kebakaran tersebut sempat menimbulkan kepanikan di sekitar lokasi. Beruntung, api dapat segera dikendalikan sehingga tidak meluas ke bangunan lainnya.
Pihak terkait masih melakukan penanganan dan pendataan lebih lanjut untuk memastikan kondisi bangunan serta mengetahui secara pasti penyebab dan nilai kerugian akibat peristiwa tersebut.











