Bali NusraBeritaBerita NTBDaerahKLULombokNasionalNewsNewsbeatNTBNTB One TerkiniPariwisataPemerintahanSosial Budaya

Festival Pesisir 2026 Dongkrak Wisata Pantai Nipah

×

Festival Pesisir 2026 Dongkrak Wisata Pantai Nipah

Sebarkan artikel ini

Lombok Utara, NTB – Deretan perahu layar bergerak menyusuri perairan Pantai Nipah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) Kamis siang (20/8/2026). Pemandangan tersebut menjadi penanda berakhirnya Festival Pesisir 2026 sekaligus menggambarkan geliat wisata bahari yang semakin terasa di kawasan tersebut.

 

Festival yang berlangsung selama sepekan, sejak 15 Agustus 2026, resmi ditutup dengan parade perahu layar yang diikuti 17 peserta. Kegiatan ini digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, HUT ke-18 Kabupaten Lombok Utara, serta hari jadi Turtle Conservation Community (TCC) yang ke delapan tahun.

 

Ketua Panitia Festival Pesisir 2026, Iwan Suyadi, menyebut pelaksanaan festival memberikan dampak positif terhadap kunjungan wisatawan selama Agustus. Menurutnya, meningkatnya kunjungan menjadi sinyal penting bagi pengembangan destinasi wisata di kawasan pesisir Lombok Utara.

 

“Kunjungan selama bulan Agustus ini meningkat. Ini menjadi tolak ukur kita bagaimana pariwisata Lombok Utara khusunya wilayah Desa Malaka ke depannya harus terus berkembang,” ujar Iwan.

 

Ia berharap geliat pariwisata tersebut dapat terus dijaga, terlebih NTB akan kembali menjadi perhatian wisatawan menjelang ajang MotoGP. Potensi destinasi di Lombok Utara dinilai perlu lebih dikenalkan agar wisatawan tidak hanya terkonsentrasi di kawasan tertentu.

 

Wisata dan Konservasi Berjalan Bersama

 

Lebih dari sekadar hiburan, Festival Pesisir 2026 yang merupakan rangkaian acara HUT ke delapan TCC juga membawa pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan laut. Beragam kegiatan yang mengangkat potensi pesisir menjadi ruang untuk memperkenalkan tradisi lokal sekaligus mengajak masyarakat dan wisatawan ikut merawat ekosistem laut.

 

Iwan berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan lebih besar terhadap kegiatan konservasi, termasuk program pelestarian laut dan transplantasi terumbu karang.

Baca Juga :  Pastikan Tepat Sasaran dan Lancar, Polsek Bolo Kawal dan Monitoring Pendistribusian MBG di Wilayah Kecamatan Bolo

 

Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setda KLU, Kahar Rijal, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai festival mampu mempertemukan unsur pariwisata, budaya, lingkungan, dan ekonomi masyarakat dalam satu kegiatan.

 

Menurut Kahar, pelestarian tradisi pesisir harus berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi warga. Keterlibatan pelaku UMKM menjadi salah satu bagian penting agar manfaat festival dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

 

Ia juga mengajak seluruh pihak membangun rasa memiliki terhadap lingkungan laut. Dengan kepedulian bersama, kelestarian pesisir dapat dijaga sehingga tetap memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

 

Dorong Pariwisata yang Lebih Berkelanjutan

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ahmad Nur Aulia, menegaskan bahwa arah pengembangan pariwisata NTB harus mengedepankan prinsip keberlanjutan atau ecotourism. Pengelolaan destinasi juga perlu didukung pelayanan yang semakin baik dan terstandarisasi.

 

Ia menyoroti pentingnya pembenahan tata kelola destinasi, termasuk persoalan pungutan liar yang masih menjadi perhatian di sejumlah kawasan wisata.

 

Menurutnya, Festival Pesisir 2026 dapat menjadi momentum untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pengelola destinasi, masyarakat, dan pelaku usaha.

 

“Festival Pesisir 2026 dan HUT TCC ke delapan ini menjadi momentum bagi kita semua untuk introspeksi, berkolaborasi, dan memperbaiki tata kelola pariwisata di Nipah agar dampaknya lebih inklusif bagi kesejahteraan warga,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *