Berita

Diduga Kelelahan Saat Bekerja di Sawah, Warga Monta Baru Meninggal Dunia

×

Diduga Kelelahan Saat Bekerja di Sawah, Warga Monta Baru Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini

Seorang warga Lingkungan IV, Kelurahan Monta Baru, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Abdul Chaer bin H. Abubakar (59), ditemukan meninggal dunia saat sedang bekerja di sawah miliknya di So Tani Mulia, Lingkungan V, Kelurahan Monta Baru, Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 08.35 Wita.

Korban yang sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta tersebut diduga meninggal dunia akibat kelelahan saat melakukan aktivitas di sawah. Berdasarkan keterangan saksi, korban sebelumnya terlihat sedang membersihkan rumput di sekitar pematang sawah miliknya, sementara seorang saksi lainnya sedang memacul sawah korban.

Peristiwa tersebut diketahui ketika salah seorang saksi yang sedang menyemprot tanaman padi miliknya selesai bekerja dan hendak menghampiri korban. Sebelumnya, korban sempat mengajak saksi untuk beristirahat dan minum kopi setelah pekerjaan selesai.

Namun, saat saksi hendak menghampiri korban, korban sudah tidak terlihat. Saksi kemudian mencari korban dan mendapati korban dalam keadaan terlentang dan kaku di pinggir pematang sawah. Saksi selanjutnya memanggil rekannya yang berada tidak jauh dari lokasi dan memberitahukan kejadian tersebut. Informasi kemudian disampaikan kepada pihak keluarga.

Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Woja IPTU M. Norkurniawan, S.H., bersama personel langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan koordinasi dengan Tim Inafis Polres Dompu.

Petugas bersama warga kemudian melakukan evakuasi jenazah setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga. Atas kesepakatan keluarga, jenazah dibawa ke rumah duka di Lingkungan IV, Kelurahan Monta Baru, Kecamatan Woja.

Kapolsek Woja bersama Kanit IK dan Kanit Reskrim juga melakukan pendekatan kepada pihak keluarga untuk memastikan situasi tetap kondusif. Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah, mengikhlaskan kepergian almarhum, serta tidak menghendaki dilakukan autopsi.

Baca Juga :  "Sah Islah"Polres Bima Kabupaten, Berhasil Memediasi Kesalahpahaman Desa Tenga dan Baralau

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat sakit jantung. Rencananya jenazah akan dimakamkan setelah salat Ashar di Tempat Pemakaman Umum Lingkungan V, Kelurahan Monta Baru.

Kapolsek Woja IPTU M. Norkurniawan, S.H., menyampaikan bahwa setelah menerima informasi, pihaknya segera melakukan langkah-langkah kepolisian untuk memastikan kondisi di lokasi serta memberikan pelayanan kepada keluarga korban.

“Kami langsung mendatangi TKP, melakukan koordinasi dengan Inafis Polres Dompu, membantu proses evakuasi jenazah serta berkoordinasi dengan pihak keluarga. Kami juga melakukan pendekatan agar seluruh proses penanganan dapat berjalan dengan baik dan situasi tetap kondusif,” ujar IPTU M. Norkurniawan.

Kapolsek menambahkan, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan keluarga serta tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda untuk memantau perkembangan situasi pascakejadian.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Polsek Woja akan terus melakukan monitoring dan memastikan situasi kamtibmas di sekitar lokasi tetap aman dan kondusif,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika, menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya warga tersebut dan mengapresiasi respons cepat personel Polsek Woja.

“Polri hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk ketika terjadi peristiwa yang membutuhkan penanganan dan pendampingan kepolisian. Kami mengapresiasi langkah personel Polsek Woja yang segera mendatangi lokasi, berkoordinasi dengan Inafis serta melakukan pendekatan kepada pihak keluarga,” ungkap IPTU I Nyoman Suardika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemkab Dompu Serahkan Bantuan Alsintan untuk Dukung Produktivitas dan Swasembada Pangan Dompu, 19 Agustus 2026 — Pemerintah Kabupaten Dompu melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani penerima manfaat sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung percepatan pra dan pascapanen di tingkat petani. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 19 Agustus 2026 sekitar pukul 10.00 Wita, bertempat di Kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu. Kegiatan dihadiri Bupati Dompu Bambang Firdaus, S.E., Dandim 1614/Dompu Letkol Czi Dedi Tri Sulistyo, S.I.P., perwakilan Kapolres Dompu Ipda Andre Wahyudi, S.H., anggota DPRD Kabupaten Dompu, pimpinan OPD, Camat Woja, para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Woja, serta kelompok tani penerima bantuan. Dalam kegiatan tersebut, bantuan alsintan yang diserahkan terdiri dari 23 unit traktor roda dua, 2 unit combine harvester, dan 1 unit traktor roda empat. Penyerahan ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima, penyerahan kunci kepada penerima manfaat serta uji coba alsintan oleh Bupati Dompu. Bupati Dompu Bambang Firdaus, S.E., menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian dan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu sektor penting bagi perekonomian dan kehidupan masyarakat Dompu. “Bantuan alat dan mesin pertanian ini kita harapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk membantu petani dalam mengolah lahan, mempercepat proses penanaman dan pemanenan, serta menangani hasil pertanian dengan lebih efektif dan efisien,” ujar Bambang Firdaus. Bupati menegaskan bahwa alsintan yang diberikan harus digunakan sesuai peruntukannya dan dikelola secara bersama-sama untuk kepentingan kelompok tani. “Saya meminta kepada seluruh kelompok tani penerima agar menjaga dan merawat bantuan ini dengan sebaik-baiknya. Alsintan ini bukan untuk dikuasai secara pribadi, tetapi harus dimanfaatkan bersama oleh anggota kelompok sesuai kebutuhan dan peruntukannya,” tegasnya. Menurutnya, pemanfaatan teknologi pertanian melalui alsintan diharapkan mampu mengurangi biaya produksi, mempercepat proses pra dan pascapanen, meningkatkan kualitas serta jumlah produksi, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan petani. “Pemerintah daerah akan terus berupaya membangun sektor pertanian secara berkelanjutan. Namun, keberhasilan pembangunan pertanian membutuhkan sinergi pemerintah, petani, penyuluh, kelompok tani, pelaku usaha dan seluruh pemangku kepentingan,” tambahnya. Sementara itu, Kapolsek Woja IPTU M. Norkurniawan, S.H., menyampaikan bahwa jajaran Polsek Woja akan mendukung dan mengawal proses penyaluran bantuan agar berjalan aman, tertib dan tepat sasaran. “Kami dari Polsek Woja siap mengawal setiap tahapan penyaluran bantuan ini agar berjalan aman dan lancar. Kami juga akan melakukan koordinasi serta monitoring untuk memastikan bantuan dapat diterima oleh kelompok tani yang telah ditetapkan,” ujar IPTU M. Norkurniawan. Kapolsek juga mengimbau seluruh pihak, khususnya kelompok tani penerima manfaat, agar menggunakan bantuan sesuai peruntukannya dan menjaga komunikasi apabila terdapat persoalan dalam pemanfaatan maupun pengelolaan alsintan. “Kami berharap bantuan ini benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan produktivitas petani. Apabila ada permasalahan atau perbedaan pemahaman, hendaknya diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait, sehingga tidak menimbulkan konflik di tengah masyarakat,” tambahnya. Dari sisi keamanan, Polsek Woja juga melakukan koordinasi dan monitoring sebagai langkah deteksi dini dan deteksi aksi guna mengantisipasi potensi kecemburuan sosial maupun persoalan antar kelompok tani terkait perbedaan jenis dan jumlah bantuan yang diterima. Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika, menyampaikan bahwa Polri mendukung program pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan. “Polres Dompu mendukung penuh program pemerintah daerah dalam membantu para petani. Bantuan alsintan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian sekaligus mendukung program swasembada pangan,” ungkap IPTU I Nyoman Suardika. Ia menambahkan, kehadiran personel kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan setiap program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dapat berjalan aman, tertib dan kondusif. “Jajaran Polres Dompu akan terus melakukan pengamanan, pengawalan dan monitoring secara humanis serta mengedepankan koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Kami berharap seluruh penerima dapat memanfaatkan bantuan secara bertanggung jawab untuk kepentingan bersama,” pungkasnya. Seluruh rangkaian kegiatan penyerahan bantuan alsintan berakhir sekitar pukul 11.25 Wita dan berlangsung dalam keadaan aman, lancar dan kondusif. Demikian Rilisan Resmi Humas Polres Dompu
Berita

Pemerintah Kabupaten Dompu melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan…