Berita

Titiek Soeharto Apresiasi Satgas Polri Dorong Percepatan Swasembada Bawang Putih Nasional di Sembalun

×

Titiek Soeharto Apresiasi Satgas Polri Dorong Percepatan Swasembada Bawang Putih Nasional di Sembalun

Sebarkan artikel ini

Lombok Timur — Anggota Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto, mengapresiasi langkah Kepolisian Republik Indonesia (Polri), khususnya Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Swasembada Bawang Putih Nasional, dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan.

Apresiasi tersebut disampaikan Titiek Soeharto saat menghadiri kegiatan penanaman dan panen bawang putih yang berlangsung di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Rabu, 19 Agustus 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Titiek juga memberikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian yang dinilai terus mendorong peningkatan produksi berbagai komoditas pangan nasional.

“Komisi IV mengapresiasi Polri, khususnya Satgas Percepatan Swasembada Bawang Putih Nasional. Kami juga mengapresiasi Menteri Pertanian yang telah berhasil mendorong swasembada berbagai produk pangan, termasuk bawang putih, gula, kedelai dan komoditas lainnya,” ujar Titiek.

Menurutnya, kegiatan penanaman dan panen bawang putih di Sembalun menjadi salah satu bukti nyata adanya upaya bersama dalam mendukung agenda strategis pemerintah untuk mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

Titiek mengingatkan bahwa Indonesia pernah mengalami masa kejayaan bawang putih dan mampu memenuhi kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri. Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi tersebut mengalami perubahan sehingga ketergantungan terhadap komoditas impor masih cukup tinggi.

“Kita pernah swasembada. Kenapa sekarang tidak mampu lagi swasembada? Yang paling penting adalah bagaimana kondisinya sesuai dengan janji Presiden,” tegasnya.

Ia menilai upaya mengembalikan kejayaan produksi bawang putih nasional membutuhkan komitmen serta kerja sama dari berbagai pihak. Target swasembada pangan, kata dia, tidak mungkin diwujudkan hanya oleh satu institusi.

Pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, petani, pelaku usaha, hingga seluruh pemangku kepentingan perlu mengambil peran sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing.

Baca Juga :  Polsek Tanjung Gelar Patroli Malam, Antisipasi 3C dan Balap Liar

Sinergi tersebut dinilai penting untuk memastikan program peningkatan produksi bawang putih tidak hanya berjalan dalam jangka pendek, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap produksi pangan nasional.

Titiek juga berharap kegiatan penanaman bawang putih yang dilaksanakan di Sembalun tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Menurutnya, keberlanjutan program menjadi faktor penting untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas produksi bawang putih dalam negeri.

“Penanaman ini bukan bersifat seremonial, tetapi harus berkelanjutan sehingga kita benar-benar bisa mencapai swasembada,” tegasnya.

Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, Polri, petani, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, Titiek berharap produksi bawang putih nasional dapat terus diperkuat. Upaya tersebut diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor sekaligus memperkokoh ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

Sembalun yang dikenal sebagai salah satu sentra pertanian di Lombok Timur diharapkan dapat terus menjadi bagian penting dalam pengembangan komoditas bawang putih dan mendukung terwujudnya swasembada pangan sesuai dengan agenda strategis pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *