Antusiasme serupa terlihat dari kalangan siswa. Menu yang terdiri dari makanan pokok, lauk, sayuran, dan buah menjadi salah satu hal yang menarik perhatian penerima.
Pengawalan Selaras dengan Penguatan Tata Kelola MBG
Pengawalan di tingkat wilayah menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan program MBG yang terus diperkuat pemerintah.
Sudaryono, yang dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada 22 Juli 2026, menekankan pentingnya penguatan tata kelola dan kualitas pelaksanaan MBG agar program tersebut dapat memberikan manfaat secara optimal kepada masyarakat.
Dalam pelaksanaannya di Gunungsari, Babinsa tidak mengambil alih tugas teknis SPPG. Kehadiran aparat kewilayahan difokuskan pada membantu menjaga ketertiban, keamanan, kelancaran distribusi, serta koordinasi di lapangan.
Dengan jumlah penerima mencapai ribuan orang, sinergi antara SPPG, tenaga gizi, sekolah, aparat kewilayahan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran penyaluran.
Dari SPPG hingga ke Meja Penerima
Proses penyaluran diawali dari persiapan makanan di SPPG Yayasan Nurul Hidayah Alfalah Desa Midang. Paket kemudian didistribusikan menuju sekolah dan kelompok penerima manfaat di tiga desa sasaran.
Babinsa turut memantau proses tersebut untuk membantu memastikan distribusi berlangsung sesuai rencana.
Seluruh rangkaian kegiatan penyaluran MBG di wilayah Desa Midang, Desa Mekar Sari, dan Desa Mambalan berjalan aman, tertib, dan lancar.
Program MBG di Gunungsari pada akhirnya bukan hanya tentang jumlah paket yang dibagikan. Di balik ribuan porsi makanan yang tersalurkan, terdapat upaya bersama untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan bergizi dan kelompok rentan memperoleh perhatian yang layak.
Dari dapur SPPG hingga ke meja makan penerima, setiap proses menjadi bagian dari tujuan yang lebih besar yakni membangun masyarakat yang sehat melalui pemenuhan gizi sejak dini.









