Lombok Barat, NTB – Upaya untuk menjaga kondusifitas keamanan serta ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Lombok Barat terus ditingkatkan oleh jajaran kepolisian.
Pada Selasa (21/07/2026), Kapolres Lombok Barat AKBP Mellysa Amalia, S.H., S.I.K., M.Si., M.Tr.SOU., melakukan kunjungan kerja resmi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lombok Barat yang berlokasi di Dusun Pemangket, Desa Kuripan Utara, Kecamatan Kuripan.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen Polres Lombok Barat untuk membangun koordinasi lintas sektoral yang lebih solid.
Khususnya dalam lingkup penegakan hukum dan pengawasan warga binaan. Kunjungan yang dimulai pukul 13.15 WITA tersebut juga dimanfaatkan oleh AKBP Mellysa Amalia untuk memperkenalkan diri secara resmi sebagai pucuk pimpinan baru di Polres Lombok Barat, sekaligus membahas situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum setempat.
Dalam agenda ini, Kapolres tidak datang sendiri. Beliau didampingi oleh Pejabat Utama (PJU) Polres Lombok Barat, di antaranya Wakapolres Kompol I Kadek Metria.
Kasat Intelkam Iptu Joko Rudiantoro, Kasat Lantas Iptu Anton Prasetya Wijaya, Kasat Narkoba Iptu Herwin Jonathan Nababan
Kasat Binmas Iptu Mahrip, Kasat Tahti Ipda Heri Nurdin, serta Kapolsek Kuripan Ipda I Wayan Eka Ariyana.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Lombok Barat, M. Fadli, Amd.IP., S.Sos., M.M., bersama jajaran struktural Lapas.
Pembahasan Kamtibmas dan Demografi Warga Binaan
Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kalapas tersebut diwarnai dengan dialog interaktif mengenai kondisi terkini di dalam Lapas.
Kalapas Kelas IIA Lombok Barat, M. Fadli, memaparkan gambaran umum mengenai kapasitas serta latar belakang kasus yang mendominasi penghuni lembaga pemasyarakatan saat ini.
“Untuk Lapas Kelas IIA Lombok Barat, sebagian besar didominasi oleh warga binaan kasus narkoba, yakni mencapai 60 persen dari total penghuni,” ujar Kalapas M. Fadli saat memberikan keterangannya di hadapan jajaran Polres Lombok Barat.
Ia juga menambahkan bahwa Lapas Kelas IIA Lombok Barat memiliki empat blok hunian utama, serta dilengkapi fasilitas kesehatan yang ditangani langsung oleh dua tenaga medis ahli guna menunjang kesejahteraan para warga binaan.
Di sisi lain, pihak Lapas melalui Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP), Opliawan, menggarisbawahi pentingnya dukungan pengamanan dari jajaran kepolisian.
Pihaknya mengharapkan adanya penguatan melalui kegiatan patroli sambang secara berkala ke area Lapas guna memastikan situasi tetap terjaga secara optimal.
“Kami mengarapkan dukungan rutin berupa patroli sambang dari jajaran Kepolisian. Kami telah menyiapkan buku tamu khusus petugas Kepolisian untuk mencatat setiap kegiatan patroli ini, sejalan dengan arahan serta regulasi tata kelola pengamanan di lingkungan pemasyarakatan,” tutur Opliawan.
Meninjau Program Pembinaan Keterampilan Tahanan
Usai melakukan dialog dan koordinasi di ruang kerja Kalapas, sekitar pukul 13.55 WITA, AKBP Mellysa Amalia beserta rombongan PJU dan didampingi Kalapas melakukan peninjauan langsung ke area pembinaan warga binaan.
Rombongan melihat secara dekat berbagai aktivitas pembinaan kerja produktif yang tengah dijalankan oleh para tahanan.
Beberapa program keterampilan yang ditinjau antara lain kerajinan ukir kayu, rajut tali, tata busana (penjahitan), layanan potong rambut, hingga pembuatan batik tulis gembok.
Selain meninjau pusat kegiatan kerja, Kapolres juga menyempatkan diri untuk memantau langsung kondisi fisik blok-blok hunian untuk memastikan standar keamanan dan kelayakan fasilitas.











