Berita

Polres Bima Kota Pantau Aktivitas Penjemuran Jagung Warga di Kecamatan Sape

×

Polres Bima Kota Pantau Aktivitas Penjemuran Jagung Warga di Kecamatan Sape

Sebarkan artikel ini

Bima, NTB – Dalam rangka mendukung ketahanan pangan serta mempererat hubungan kemitraan dengan masyarakat, Polres Bima Kota melalui Bhabinkamtibmas Desa Buncu melaksanakan kegiatan sambang dan monitoring terhadap hasil panen jagung milik warga binaan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 13 Juni 2026, pukul 09.30 WITA, bertempat di Dusun Mpori Wau, Desa Buncu, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kasi Humas IPDA Baiq Fitria Ningsih menjelaskan bahwa Bhabinkamtibmas Desa Buncu, AIPDA Sugianto, melaksanakan kegiatan sambang sekaligus monitoring terhadap aktivitas warga yang sedang melakukan penjemuran jagung hasil panen.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam mendukung sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat di wilayah binaan,” ujar IPDA Baiq Fitria Ningsih.

Dalam pelaksanaannya, AIPDA Sugianto berinteraksi langsung dengan para petani untuk menyerap informasi serta mengetahui kondisi riil hasil panen jagung yang sedang dijemur. Melalui dialog tersebut, Bhabinkamtibmas juga melakukan pendataan terkait luas lahan pertanian, jumlah hasil panen yang diperoleh, serta berbagai kendala yang dihadapi petani di lapangan.

Selain melakukan monitoring, Bhabinkamtibmas turut memberikan motivasi kepada para petani agar tetap semangat dalam mengelola lahan pertanian serta menjaga kualitas hasil panen guna meningkatkan nilai jual dan kesejahteraan keluarga.

Kegiatan sambang dan monitoring ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat, khususnya para petani di wilayah hukum Polres Bima Kota.

Dengan kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah aktivitas pertanian masyarakat, diharapkan berbagai permasalahan yang dihadapi petani dapat diketahui sejak dini sehingga dapat dicarikan solusi melalui koordinasi dengan pihak terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *