Berita

Operasi Keselamatan Rinjani 2026 Sasar Simpang 4 Kediri

×

Operasi Keselamatan Rinjani 2026 Sasar Simpang 4 Kediri

Sebarkan artikel ini
Satlantas Polres Lobar Edukasi Pengendara di Simpang Kediri

Lombok Barat, NTB – Dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan disiplin masyarakat di jalan raya, Polres Lombok Barat melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) kembali menggelar Operasi Keselamatan Rinjani 2026. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (11/02/2026) ini difokuskan di titik strategis, yakni Simpang 4 Kediri, tepat di depan Pos Ramil Kediri, Kabupaten Lombok Barat.

Operasi yang dimulai tepat pukul 08.30 WITA ini melibatkan personel gabungan lintas instansi guna memastikan kepatuhan pengendara terhadap aturan lalu lintas yang berlaku. Selain personel Satlantas, operasi ini juga memperkuat sinergitas dengan melibatkan personel Polisi Militer (PM), Brimob, serta Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lombok Barat.

Edukasi Humanis di Tengah Operasi Stasioner

Pelaksanaan giat stasioner ini mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif. Petugas di lapangan tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga aktif memberikan himbauan langsung kepada para pengguna jalan agar senantiasa tertib dalam berlalu lintas. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi preemtif kepolisian untuk membangun budaya disiplin dari hulu ke hilir.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Lantas, Iptu Anton Prasetya Wijaya, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kehadiran petugas di titik-titik rawan merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat. Fokus utama hari ini adalah memastikan pengendara memahami pentingnya keselamatan diri sendiri dan orang lain.

“Kami melaksanakan kegiatan hari ini dengan tujuan utama menurunkan angka kecelakaan di wilayah hukum Polres Lombok Barat. Melalui Operasi Keselamatan Rinjani 2026, kami ingin masyarakat lebih sadar bahwa tertib lalu lintas bukan karena takut pada petugas, melainkan karena kebutuhan akan keselamatan,” ujar Iptu Anton Prasetya Wijaya di sela-sela kegiatan.

Baca Juga :  Ketua Komisi V DPR Puji Pemerintah-Polri terkait Pelaksanaan Arus Mudik Lebaran

Pembagian Brosur dan Teguran Simpatik

Sepanjang jalannya operasi, personel yang dipimpin oleh KBO Satlantas, Kanit Turjawali, Kanit Kamsel, serta Kanit Gakkum Polres Lombok Barat, terlihat membagikan brosur yang berisi pesan-pesan Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas). Brosur tersebut menjadi sarana informasi visual bagi pengendara mengenai aturan berkendara yang benar, mulai dari penggunaan helm standar SNI hingga kelengkapan surat kendaraan.

Bagi pengendara yang kedapatan melakukan pelanggaran ringan, petugas tidak langsung memberikan sanksi berat, melainkan memberikan teguran simpatik. Petugas memberikan penjelasan mengenai potensi bahaya dari pelanggaran yang dilakukan, sehingga diharapkan ada efek jera sekaligus peningkatan pemahaman secara personal.

Iptu Anton Prasetya Wijaya menambahkan bahwa tindakan tegas tetap diambil terhadap pelanggaran yang bersifat fatal dan terlihat secara kasat mata. Hal ini dilakukan demi mencegah terjadinya kecelakaan yang seringkali dipicu oleh perilaku berkendara yang ugal-ugalan atau mengabaikan perlengkapan keselamatan primer.

“Kami memberikan teguran simpatik bagi mereka yang masih lalai, namun untuk pelanggaran kasat mata yang berpotensi menimbulkan laka lantas, kami tetap melakukan penindakan sesuai prosedur. Keamanan di jalan raya adalah prioritas yang tidak bisa ditawar,” tegas Kasat Lantas.

Target Penurunan Angka Kecelakaan di Lombok Barat

Operasi Keselamatan Rinjani 2026 ini bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan langkah konkret dalam merespons dinamika mobilitas masyarakat di Kabupaten Lombok Barat yang kian meningkat. Dengan sinergitas antara Satlantas, Dishub, dan unsur TNI, diharapkan pesan keselamatan dapat tersampaikan secara lebih luas dan merata ke seluruh lapisan masyarakat.

Pihak kepolisian berharap, melalui kegiatan stasioner yang terukur seperti di Simpang 4 Kediri ini, angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan secara signifikan. Kesadaran kolektif untuk mematuhi rambu-rambu dan aturan jalan raya menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi lalu lintas yang kondusif di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Baca Juga :  Sinergi TNI dan Masyarakat Bangun Fasilitas Pendidikan

Hingga berakhirnya kegiatan, situasi di lokasi terpantau aman, lancar, dan kondusif. Para pengguna jalan menyambut baik edukasi yang diberikan petugas, tercermin dari tertibnya arus kendaraan selama operasi berlangsung. Polres Lombok Barat memastikan bahwa kegiatan serupa akan terus berlanjut di berbagai titik strategis lainnya sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam menjaga keselamatan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemkab Dompu Serahkan Bantuan Alsintan untuk Dukung Produktivitas dan Swasembada Pangan Dompu, 19 Agustus 2026 — Pemerintah Kabupaten Dompu melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani penerima manfaat sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung percepatan pra dan pascapanen di tingkat petani. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 19 Agustus 2026 sekitar pukul 10.00 Wita, bertempat di Kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu. Kegiatan dihadiri Bupati Dompu Bambang Firdaus, S.E., Dandim 1614/Dompu Letkol Czi Dedi Tri Sulistyo, S.I.P., perwakilan Kapolres Dompu Ipda Andre Wahyudi, S.H., anggota DPRD Kabupaten Dompu, pimpinan OPD, Camat Woja, para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Woja, serta kelompok tani penerima bantuan. Dalam kegiatan tersebut, bantuan alsintan yang diserahkan terdiri dari 23 unit traktor roda dua, 2 unit combine harvester, dan 1 unit traktor roda empat. Penyerahan ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima, penyerahan kunci kepada penerima manfaat serta uji coba alsintan oleh Bupati Dompu. Bupati Dompu Bambang Firdaus, S.E., menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian dan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu sektor penting bagi perekonomian dan kehidupan masyarakat Dompu. “Bantuan alat dan mesin pertanian ini kita harapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk membantu petani dalam mengolah lahan, mempercepat proses penanaman dan pemanenan, serta menangani hasil pertanian dengan lebih efektif dan efisien,” ujar Bambang Firdaus. Bupati menegaskan bahwa alsintan yang diberikan harus digunakan sesuai peruntukannya dan dikelola secara bersama-sama untuk kepentingan kelompok tani. “Saya meminta kepada seluruh kelompok tani penerima agar menjaga dan merawat bantuan ini dengan sebaik-baiknya. Alsintan ini bukan untuk dikuasai secara pribadi, tetapi harus dimanfaatkan bersama oleh anggota kelompok sesuai kebutuhan dan peruntukannya,” tegasnya. Menurutnya, pemanfaatan teknologi pertanian melalui alsintan diharapkan mampu mengurangi biaya produksi, mempercepat proses pra dan pascapanen, meningkatkan kualitas serta jumlah produksi, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan petani. “Pemerintah daerah akan terus berupaya membangun sektor pertanian secara berkelanjutan. Namun, keberhasilan pembangunan pertanian membutuhkan sinergi pemerintah, petani, penyuluh, kelompok tani, pelaku usaha dan seluruh pemangku kepentingan,” tambahnya. Sementara itu, Kapolsek Woja IPTU M. Norkurniawan, S.H., menyampaikan bahwa jajaran Polsek Woja akan mendukung dan mengawal proses penyaluran bantuan agar berjalan aman, tertib dan tepat sasaran. “Kami dari Polsek Woja siap mengawal setiap tahapan penyaluran bantuan ini agar berjalan aman dan lancar. Kami juga akan melakukan koordinasi serta monitoring untuk memastikan bantuan dapat diterima oleh kelompok tani yang telah ditetapkan,” ujar IPTU M. Norkurniawan. Kapolsek juga mengimbau seluruh pihak, khususnya kelompok tani penerima manfaat, agar menggunakan bantuan sesuai peruntukannya dan menjaga komunikasi apabila terdapat persoalan dalam pemanfaatan maupun pengelolaan alsintan. “Kami berharap bantuan ini benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan produktivitas petani. Apabila ada permasalahan atau perbedaan pemahaman, hendaknya diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait, sehingga tidak menimbulkan konflik di tengah masyarakat,” tambahnya. Dari sisi keamanan, Polsek Woja juga melakukan koordinasi dan monitoring sebagai langkah deteksi dini dan deteksi aksi guna mengantisipasi potensi kecemburuan sosial maupun persoalan antar kelompok tani terkait perbedaan jenis dan jumlah bantuan yang diterima. Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika, menyampaikan bahwa Polri mendukung program pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan. “Polres Dompu mendukung penuh program pemerintah daerah dalam membantu para petani. Bantuan alsintan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian sekaligus mendukung program swasembada pangan,” ungkap IPTU I Nyoman Suardika. Ia menambahkan, kehadiran personel kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan setiap program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dapat berjalan aman, tertib dan kondusif. “Jajaran Polres Dompu akan terus melakukan pengamanan, pengawalan dan monitoring secara humanis serta mengedepankan koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Kami berharap seluruh penerima dapat memanfaatkan bantuan secara bertanggung jawab untuk kepentingan bersama,” pungkasnya. Seluruh rangkaian kegiatan penyerahan bantuan alsintan berakhir sekitar pukul 11.25 Wita dan berlangsung dalam keadaan aman, lancar dan kondusif. Demikian Rilisan Resmi Humas Polres Dompu
Berita

Pemerintah Kabupaten Dompu melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan…