Berita

Bhabinkamtibmas Desa Tamekan Berikan Pendampingan Warga Binaan Manfaatkan Pekarangan untuk Tanaman Bergizi

×

Bhabinkamtibmas Desa Tamekan Berikan Pendampingan Warga Binaan Manfaatkan Pekarangan untuk Tanaman Bergizi

Sebarkan artikel ini

Sumbawa Barat – Bhabinkamtibmas Desa Tamekan Polsek Taliwang bertekat untuk terus mendampingi warga binaannya dalam pengelolaan pekarangan untuk tanaman bergizi.

Brigadir Polisi Aditya Prayuda yang merupakan Bhabinkamtibmas Desa Tamekan setiap saat mengunjungi warga binaannya yang mengelola pekarangannya untuk tanaman bergizi. Selain berkunjung, Brigadir Adit juga mengajak warga lainnya untuk datang ke rumah warga yang sudah terlebih dahulu mengembangkan tanaman sayuran di pekarangannya dengan tujuan untuk menarik minat warga lainnya agar melakukan hal yang sama.

Upaya tersebut dilakukan sebagai upaya dirinya sebagai Bhabinkamtibmas ambil peran dalam mendorong partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan masing-masing untuk ditanami tanaman bergizi guna mendukung program ketahanan pangan.

Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kasi Humas, Iptu Zainal Abidin, S.H., mengapresiasi Bhabinkamtibmas yang telah berperan aktif turun ke masyarakat untuk memberikan dorongan kepada warga di desa binaannya agar bisa mengoptimalkan pekarangan maupun lahan kosong miliknya supaya dimanfaatkan baik tanaman bergizi maupun tanaman produktif seperti jagung dan tanaman lainnya.

“Bhabinkamtibmas memang bukan ahlinya dalam bidang pertanian namun diharapkan perannya mampu bersinergi dengan pemerintah desa dan petugas pertanian mengajak, menggerakkan masyarakat memanfaatkan pekarangan ditanami tanaman bergizi dan lahannya untuk ditanami tanaman produktif,” tambah Kasi Humas.

Lanjut Kasi Humas, pekarangan adalah lahan terbuka yang terdapat di sekitar rumah tempat tinggal. Pemanfaatan lahan pekarangan akan memberikan manfaat bagi kehidupan keluarga seperti sumber pangan dan pendapatan.

Salah satu upaya menjamin ketahanan pangan keluarga adalah dengan pemanfaatan lahan pekarangan melalui pendekatan skala rumah tangga atau keluarga seperti dengan menanam berbagai jenis tanaman sayuran, pemeliharaan unggas, dan lainnya sehingga akan menjamin ketersediaan bahan pangan yang beragam serta pemenuhan gizi keluarga dan menambah pendapatan keluarga.

Baca Juga :  Tinjau Penanganan Karhutla Kalbar, Kapolri Ungkap Titik Api Terus Menurun Kalbar - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa jumlah Hotspot atau titik api kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) terus mengalami penurunan. Hal tersebut diungkap Sigit usai mendengarkan paparan langsung (Karhutla) di Gedung BPPTD, Mempawah, Kalimantan Barat, Jumat (8/8/2025). Dari hasil paparan, Sigit menyampaikan bahwa, manajemen lintas sektoral di Kalbar sudah berjalan dengan baik terkait penanggulangan karhutla. Laporan yang diterimanya mulai bulan Juni, Juli dan Agustus. "Kemarin, masih ada Hotspot ada kurang lebih 32 kalau tak salah. Selama dua hari dari kemarin sampai sekarang makin menurun dan modifikasi cuacanya saya lihat juga berhasil. Sehingga ini juga tentu bisa sangat signifikan membantu pemadaman terhadap titik-titik api yang ada," kata Sigit. Menurut Sigit, penanganan maupun sejumlah langkah strategis yang dilaksanakan oleh Polri, TNI, BNPB, BMKG, instansi terkait, relawan dan elemen masyarakat, khususnya di Kalbar sudah berjalan baik dan kompak. "Jadi sudah ada pembagian terkait siapa yang menjadi satgas darat. Kemudian pada saat titik api mulai meningkat maka ada satgas udara yang bekerja dilengkapi dengan Water Bombing dan juga memanfaatkan modifikasi cuaca pada saat ada awan yang kemudian bisa diubah menjadi hujan," ujar Sigit. Lebih dalam, Sigit juga menekankan soal adanya edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat yang masih membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, ada sejumlah aturan yang harus diperhatikan apabila memang melakukan hal tersebut. "Mungkin saya mengimbau karena memang juga masih ada kearifan lokal untuk membuka lahan, tolong untuk aturan yang ada agar dipatuhi. Bagaimana untuk membuka lahan secara kearifan lokal tentunya ada aturan-aturannya, ada garis pembatas kemudian harus diawasi sampai selesai dan tidak ada yang terbakar lagi," ucap Sigit. Meski begitu, Sigit berharap, masyarakat dapat diberikan pemahaman atau edukasi soal bahaya membakar untuk membuka lahan. "Ini tentunya menjadi hal-hal yang juga harus diperhatikan. Namun, tentunya imbauan kita adalah sebaiknya membuka lahan tidak perlu dengan membakar," imbuh Sigit. Di sisi lain, Sigit meminta seluruh pihak di Kalbar untuk terus menjaga kekompakan serta sinergisitas dalam rangka mencegah kebakaran hutan dan lahan. Mengingat, hal tersebut menjadi atensi dari Presiden Prabowo Subianto. "Jadi saya ucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh tim tergabung dalam satgas karhutla. Karena ini menjadi perhatian dari Bapak Presiden, saya minta untuk tim terus dijaga kekompakannya dipertahankan dan mudah-mudahan kita bisa lampaui waktu sampai dengan akhir Agustus nanti dan kebakaran hutan betul-betul bisa terjaga," tutup Sigit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *