Berita

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima Laksanakan Jum’at Curhat dan Sosialisasi Penerimaan Bintara Brimob Polri

×

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima Laksanakan Jum’at Curhat dan Sosialisasi Penerimaan Bintara Brimob Polri

Sebarkan artikel ini

Kota Bima, NTB (14 November 2025) – Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima kembali melaksanakan kegiatan Jum’at Curhat sebagai upaya mempererat kedekatan antara Polri dan masyarakat, khususnya para buruh dan pengguna jasa di kawasan Pelabuhan Bima. Kegiatan berlangsung pada Jumat (14/11/2025) pukul 09.00 Wita di area Pelabuhan Bima, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.

Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si., melalui Kasi Humas Ipda Baiq Fitria Ningsih menjelaskan bahwa kegiatan Jum’at Curhat kali ini dipimpin oleh Ps. Kanit Binmas Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima, Aiptu Andi Wijaya, bersama personel Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima.

“Jum’at Curhat merupakan program Quick Wins Kapolri yang bertujuan untuk memberikan ruang bagi masyarakat dalam menyampaikan masukan, tanggapan, saran, maupun keluhan terkait permasalahan Kamtibmas di wilayah Pelabuhan Bima,” terang Kasi Humas.

Selain menyerap aspirasi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima untuk memberikan imbauan dan informasi terkini kepada warga. Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Andi Wijaya menyampaikan sosialisasi mengenai penerimaan Bintara Korps Brimob Polri.

“Pendaftaran Bintara Brimob Polri dibuka secara online mulai tanggal 10 November 2025 hingga 18 November 2025. Informasi ini kami sampaikan agar masyarakat, khususnya generasi muda, bisa mempersiapkan diri dan memanfaatkan kesempatan ini dengan baik,” ujarnya.

Masyarakat pelabuhan—termasuk para buruh, pedagang, maupun pengguna jasa pelabuhan—diberi ruang untuk menyampaikan berbagai keluhan maupun informasi yang berkaitan dengan situasi keamanan di lingkungan pelabuhan.

Kegiatan Jum’at Curhat ini diharapkan semakin memperkuat hubungan Polri dengan masyarakat serta mampu menciptakan kolaborasi yang lebih baik dalam menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan Pelabuhan Bima.

Baca Juga :  Tinjau Penanganan Karhutla Kalbar, Kapolri Ungkap Titik Api Terus Menurun Kalbar - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa jumlah Hotspot atau titik api kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) terus mengalami penurunan. Hal tersebut diungkap Sigit usai mendengarkan paparan langsung (Karhutla) di Gedung BPPTD, Mempawah, Kalimantan Barat, Jumat (8/8/2025). Dari hasil paparan, Sigit menyampaikan bahwa, manajemen lintas sektoral di Kalbar sudah berjalan dengan baik terkait penanggulangan karhutla. Laporan yang diterimanya mulai bulan Juni, Juli dan Agustus. "Kemarin, masih ada Hotspot ada kurang lebih 32 kalau tak salah. Selama dua hari dari kemarin sampai sekarang makin menurun dan modifikasi cuacanya saya lihat juga berhasil. Sehingga ini juga tentu bisa sangat signifikan membantu pemadaman terhadap titik-titik api yang ada," kata Sigit. Menurut Sigit, penanganan maupun sejumlah langkah strategis yang dilaksanakan oleh Polri, TNI, BNPB, BMKG, instansi terkait, relawan dan elemen masyarakat, khususnya di Kalbar sudah berjalan baik dan kompak. "Jadi sudah ada pembagian terkait siapa yang menjadi satgas darat. Kemudian pada saat titik api mulai meningkat maka ada satgas udara yang bekerja dilengkapi dengan Water Bombing dan juga memanfaatkan modifikasi cuaca pada saat ada awan yang kemudian bisa diubah menjadi hujan," ujar Sigit. Lebih dalam, Sigit juga menekankan soal adanya edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat yang masih membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, ada sejumlah aturan yang harus diperhatikan apabila memang melakukan hal tersebut. "Mungkin saya mengimbau karena memang juga masih ada kearifan lokal untuk membuka lahan, tolong untuk aturan yang ada agar dipatuhi. Bagaimana untuk membuka lahan secara kearifan lokal tentunya ada aturan-aturannya, ada garis pembatas kemudian harus diawasi sampai selesai dan tidak ada yang terbakar lagi," ucap Sigit. Meski begitu, Sigit berharap, masyarakat dapat diberikan pemahaman atau edukasi soal bahaya membakar untuk membuka lahan. "Ini tentunya menjadi hal-hal yang juga harus diperhatikan. Namun, tentunya imbauan kita adalah sebaiknya membuka lahan tidak perlu dengan membakar," imbuh Sigit. Di sisi lain, Sigit meminta seluruh pihak di Kalbar untuk terus menjaga kekompakan serta sinergisitas dalam rangka mencegah kebakaran hutan dan lahan. Mengingat, hal tersebut menjadi atensi dari Presiden Prabowo Subianto. "Jadi saya ucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh tim tergabung dalam satgas karhutla. Karena ini menjadi perhatian dari Bapak Presiden, saya minta untuk tim terus dijaga kekompakannya dipertahankan dan mudah-mudahan kita bisa lampaui waktu sampai dengan akhir Agustus nanti dan kebakaran hutan betul-betul bisa terjaga," tutup Sigit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *