Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional kini terus digalakkan hingga ke tingkat desa. Di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, aparat kepolisian aktif turun langsung ke masyarakat untuk memberikan edukasi dan motivasi terkait pemanfaatan potensi lokal. Salah satu langkah nyata ditunjukkan oleh peran Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) yang mengajak warga menyulap lahan tidur menjadi sumber pangan produktif.
Pada Sabtu (6/6/2026), Bhabinkamtibmas Desa Telagawaru melaksanakan kegiatan sambang warga di lingkungan setempat. Dalam kesempatan tersebut, petugas kepolisian berdialog langsung dengan masyarakat untuk mendorong pemanfaatan lahan pekarangan rumah maupun kebun yang selama ini dibiarkan kosong. Langkah ini dinilai strategis dalam menjaga stabilitas ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga.
Mengubah Pekarangan Menjadi Sumber Pangan Bergizi
Pemanfaatan area sekitar rumah berpotensi besar untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pasar, terutama untuk komoditas pangan harian. Bhabinkamtibmas Desa Telagawaru menyarankan agar warga menanam berbagai jenis tanaman produktif yang masa panennya relatif singkat dan perawatannya mudah. Tanaman seperti cabai, singkong, tomat, terong, serta aneka buah-buahan menjadi rekomendasi utama untuk ditanam di pekarangan.
Selain menghemat pengeluaran dapur, pemenuhan kebutuhan pangan secara mandiri ini juga menjamin ketersediaan asupan yang lebih sehat bagi keluarga. Melalui aktivitas bercocok tanam di lingkungan rumah, masyarakat secara tidak langsung telah memproduksi bahan pangan bergizi secara mandiri, yang tentunya berdampak positif pada kesehatan keluarga secara jangka panjang.
Dukungan Penuh Terhadap Program Pemerintah Pusat
Aksi nyata yang dilakukan di tingkat desa ini bukan sekadar pemenuhan kebutuhan harian, melainkan bentuk kontribusi nyata dalam mendukung kebijakan strategis nasional. Pemerintah pusat saat ini memang tengah gencar mengampanyekan program ketahanan pangan sebagai salah satu pilar utama stabilitas negara. Melalui pendekatan humanis dari kepolisian, diharapkan kesadaran masyarakat dapat tumbuh secara organik.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Labuapi, Ipda Selamet Riadi, S.H., M.H., memberikan konfirmasi dan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh personelnya di lapangan. Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus mengawal dan menyukseskan program-program pemerintah yang menyentuh langsung kesejahteraan masyarakat luas.
“Kegiatan sambang ini merupakan komitmen kami dalam mendukung penuh program Presiden RI terkait ketahanan pangan nasional. Kami mendorong masyarakat untuk lebih produktif dengan memanfaatkan setiap jengkal lahan kosong yang mereka miliki, baik itu kebun maupun pekarangan rumah,” ujar Ipda Selamet Riadi, S.H., M.H.
Dampak Positif Terhadap Sektor Ekonomi Sektor Rumah Tangga
Lebih lanjut, pihak kepolisian menjelaskan bahwa hasil dari pemanfaatan lahan ini tidak hanya terbatas pada konsumsi pribadi. Jika dikelola dengan baik dan menghasilkan panen yang melimpah, komoditas tersebut dapat bernilai ekonomis tinggi. Warga dapat menjual kelebihan hasil panen mereka ke pasar lokal atau antartetangga, sehingga menciptakan sumber pendapatan alternatif bagi keluarga.
“Jika pekarangan rumah sudah menghasilkan cabai, tomat, dan sayuran sendiri, maka pengeluaran rumah tangga otomatis akan berkurang. Ini adalah langkah konkret yang nantinya akan sangat membantu ekonomi masyarakat sekaligus menciptakan kemandirian pangan di tingkat desa,” tambah Ipda Selamet Riadi, S.H., M.H.
Melalui konsistensi kegiatan sambang dan edukasi seperti ini, Polres Lombok Barat berharap Desa Telagawaru dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain dalam hal kemandirian pangan. Kesadaran yang dimulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga, diyakini mampu menjadi pondasi yang kokoh dalam mendukung swasembada pangan di tingkat regional maupun nasional.











