Mataram, NTB – Suasana malam takbiran Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram berlangsung penuh semarak, aman, dan tertib. Di tengah gema lantunan takbir yang menggema di sepanjang Jalan Gotong Royong, kehadiran aparat gabungan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang mengikuti pawai takbiran keliling, Selasa malam (26/5/2026).
Pengamanan dilakukan oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) Pejeruk, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-09/Ampenan bersama aparat terkait sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama perayaan malam Idul Adha berlangsung.
Sejak awal kegiatan, personel pengamanan tampak aktif mengatur arus lalu lintas guna menghindari kemacetan dan memastikan peserta pawai dapat melintas dengan aman. Tidak hanya itu, aparat juga memberikan imbauan secara humanis kepada warga agar tetap menjaga keselamatan, ketertiban, serta mengutamakan kebersamaan selama kegiatan berlangsung.
Babinsa Pejeruk, Sertu Dody Suprihariyanto, mengatakan bahwa pengamanan malam takbiran merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab aparat teritorial dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Kami hadir untuk memastikan seluruh rangkaian pawai berjalan aman, tertib, dan lancar. Selain itu, kami juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga persatuan serta tidak melakukan hal-hal yang dapat mengganggu ketertiban umum,” ujarnya.
Menurutnya, antusiasme warga dalam menyambut Hari Raya Idul Adha tahun ini cukup tinggi. Meski demikian, masyarakat tetap menunjukkan sikap tertib dan saling menghormati selama kegiatan berlangsung.
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat pun mendapat respons positif dari warga. Banyak peserta pawai merasa lebih nyaman karena aparat terus melakukan pengawasan sekaligus membantu mengurai kepadatan kendaraan di sejumlah titik jalan.
Sinergi antara TNI, aparat terkait, dan masyarakat menjadi kunci utama terciptanya suasana malam takbiran yang damai dan kondusif. Momentum kebersamaan tersebut tidak hanya mempererat hubungan antara aparat dan warga, tetapi juga menjadi wujud nyata semangat gotong royong dalam menjaga keamanan lingkungan.
Dengan pengamanan yang maksimal dan pendekatan humanis yang dilakukan aparat, pawai takbiran di Kelurahan Pejeruk berlangsung lancar hingga kegiatan selesai. Semangat kebersamaan dan toleransi yang terbangun di malam penuh berkah itu diharapkan terus terjaga dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.











