Berita

Sinergi Kuat di Lombok Barat, Bhabinkamtibmas Gerakkan Petani Salurkan 36 Ton Jagung Berkualitas

×

Sinergi Kuat di Lombok Barat, Bhabinkamtibmas Gerakkan Petani Salurkan 36 Ton Jagung Berkualitas

Sebarkan artikel ini
Sinergi Kuat di Lombok Barat, Bhabinkamtibmas Gerakkan Petani Salurkan 36 Ton Jagung Berkualitas

LOMBOK BARAT – Dalam upaya memperkuat kedaulatan pangan nasional dan menjaga stabilitas ekonomi di tingkat petani, jajaran Kepolisian Sektor Lembar, Polres Lombok Barat, terus berkomitmen memberikan pendampingan intensif bagi sektor pertanian. Langkah nyata ini dibuktikan dengan suksesnya pendistribusian puluhan ton hasil panen jagung milik kelompok tani di Desa Mareje Timur menuju gudang Bulog pada Senin (13/4/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WITA tersebut melibatkan sinergi antara aparat kepolisian, para petani, dan petugas Bulog. Fokus utama dari pendampingan ini adalah memastikan hasil bumi masyarakat dapat terserap secara optimal oleh pemerintah, sehingga meminimalisir permainan harga di tingkat tengkulak yang sering kali merugikan para petani lokal.

Sinergi Polri dan Petani dalam Distribusi Hasil Panen

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Lembar, Ipda Ruslan, S.H., menegaskan bahwa kehadiran personel Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat bukan sekadar untuk menjaga keamanan, melainkan juga sebagai motor penggerak ekonomi desa. Dalam hal ini, Bhabinkamtibmas Desa Mareje Timur, Aipda Zunaidin, berperan aktif menggerakkan Kelompok Tani (Poktan) Batu Rapat Jaya agar segera menyalurkan hasil panen mereka ke jalur resmi pemerintah.

“Kami terus mendorong para petani melalui pendampingan Bhabinkamtibmas agar mendistribusikan hasil panen jagung mereka langsung ke pihak Bulog. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan kesejahteraan petani meningkat serta mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah,” ujar Ipda Ruslan dalam keterangannya.

Proses pemuatan jagung tersebut berlangsung dinamis di bawah pengawasan langsung dari berbagai pihak. Sebanyak 36,26 ton jagung pipilan berhasil diberangkatkan menggunakan enam unit truk menuju Gudang Bulog yang berlokasi di Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar. Sukian, selaku perwakilan dari Poktan Batu Rapat Jaya, turut menyaksikan langsung proses penimbangan dan pengiriman ini untuk memastikan transparansi data hasil panen.

Baca Juga :  Api Hanguskan satu Unit Rumah Warga dan Satu Kios di Sumbawa 

Standar Kualitas Ketat Menuju Gudang Bulog

Distribusi kali ini menjadi sorotan karena kualitas jagung yang dihasilkan oleh petani Desa Mareje Timur tergolong sangat baik. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, kadar air jagung yang dikirim berada di kisaran 10% hingga 14%. Angka ini memenuhi syarat ketat yang ditetapkan oleh Bulog untuk menjamin daya simpan dan kualitas pangan cadangan pemerintah.

Ipda Ruslan menjelaskan bahwa untuk menembus gudang Bulog, terdapat serangkaian persyaratan teknis yang harus dipenuhi oleh para petani. Hal ini dilakukan agar stok cadangan pangan pemerintah RI tetap terjaga mutunya dalam jangka panjang.

“Pihak Bulog memiliki standar yang tidak bisa ditawar. Jagung harus sudah dalam bentuk pipilan yang bersih dari kotoran. Selain itu, kadar air maksimal adalah 14 persen. Jika melebihi ambang batas tersebut, maka kiriman akan dikembalikan atau ditolak demi menjaga kualitas stok pangan nasional,” tambah Kapolsek Lembar tersebut.

Selain standar kualitas komoditas, terdapat pula persyaratan administratif yang wajib dipenuhi. Petani atau pemilik jagung diharuskan mendaftarkan diri ke kantor Bulog dengan membawa dokumen pendukung seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), buku rekening BRI untuk proses pembayaran non-tunai, serta kartu Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Berat per karung juga diatur minimal 70,30 kilogram untuk memudahkan manajemen logistik di gudang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *