Berita

Pastikan Harga Stabil, Ribuan Ton Jagung dari Desa Batu Putih Dikawal Polisi Menuju Bulog

×

Pastikan Harga Stabil, Ribuan Ton Jagung dari Desa Batu Putih Dikawal Polisi Menuju Bulog

Sebarkan artikel ini
Pastikan Harga Stabil, Ribuan Ton Jagung dari Desa Batu Putih Dikawal Polisi Menuju Bulog

LOMBOK BARAT – Upaya penguatan cadangan pangan nasional terus digalakkan di wilayah Nusa Tenggara Barat. Pada Senin, 13 April 2026, Kelompok Tani (Poktan) di wilayah Sekotong secara resmi mendistribusikan belasan ribu ton jagung hasil panen menuju Gudang Bulog. Langkah strategis ini diambil guna memastikan kestabilan harga di tingkat petani sekaligus mendukung ketersediaan stok pangan daerah yang berkelanjutan.

Proses pendistribusian ini melibatkan sinergi antara pelaku usaha lokal dan kelompok tani, yang secara kolektif mengirimkan komoditas unggulan tersebut dari hulu ke hilir dengan pengawasan ketat dari aparat kepolisian dan instansi terkait.

Kelancaran Distribusi Jagung dari Sekotong ke Gudang Bulog

Kegiatan pendistribusian dimulai tepat pada pukul 14.00 WITA, bertempat di lumbung pangan UD Karya Sejati yang menaungi Gapoktan Kerta Sejahtera dan Gapoktan Cinta Tani di Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong. Sebanyak 19.250 ton jagung berkualitas tinggi dimuat menggunakan armada truk pengangkut menuju Gudang Bulog Pelita Lembar yang berlokasi di Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom, memberikan konfirmasi terkait jalannya kegiatan tersebut. Beliau menyatakan bahwa kehadiran pihak kepolisian dalam proses ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus distribusi pangan dari wilayah Sekotong hingga sampai ke tujuan dengan selamat.

“Kami melakukan pengawalan dan monitoring langsung terhadap proses pemuatan hingga pemberangkatan armada angkutan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa hasil jerih payah para petani di Desa Batu Putih dapat tersalurkan dengan tepat waktu dan tanpa kendala di perjalanan menuju Gudang Bulog,” ujar Iptu I Ketut Suriarta dalam keterangannya.

Baca Juga :  FGD Aktivis 98: Kedudukan Polri di Bawah Presiden adalah Amanat Konstitusi, Bukan Sekadar Kebijakan Politik

Detail Pengiriman dan Kualitas Komoditas

Dalam teknis operasionalnya, pengiriman puluhan ribu ton jagung ini dilakukan secara bertahap menggunakan dua unit kendaraan angkutan berat, yakni truk berwarna biru dengan nomor polisi DR 8496 DQ dan truk berwarna merah bernomor polisi DK 8730 BR. Secara akumulatif, total jagung yang didistribusikan mencapai angka 19.000.250 kilogram atau setara dengan 19.250 ton.

Salah satu aspek penting yang menjadi perhatian dalam distribusi ini adalah kualitas jagung yang dikirimkan. Sesuai dengan hasil pengecekan di lapangan, jagung tersebut memiliki kadar air sebesar 14%. Angka ini merupakan ambang batas maksimal yang ditetapkan oleh Bulog untuk menjamin daya simpan dan kualitas komoditas tetap terjaga selama berada di dalam gudang penyimpanan.

Iptu I Ketut Suriarta menambahkan bahwa pengawasan tidak hanya dilakukan pada aspek kuantitas, tetapi juga pada kesesuaian administrasi dan standar mutu. Penyaluran ini disaksikan langsung oleh para ketua kelompok tani dari Kerta Sejahtera dan Pade Cinta Tani, serta petugas pendamping dari pihak terkait guna menjamin transparansi proses.

Standar Ketat Penerimaan di Gudang Bulog

Sebagai bagian dari kebijakan nasional, Bulog menerapkan syarat dan ketentuan yang cukup ketat agar komoditas jagung petani dapat diterima dan masuk ke dalam cadangan pangan pemerintah. Persyaratan tersebut meliputi kondisi fisik jagung yang wajib dalam bentuk pipilan bersih dan bebas dari kotoran sisa panen.

Selain kadar air maksimal 14%, jagung juga harus sudah dikemas dalam karung dengan berat isi minimal 70,10 kilogram per karung. Secara administratif, para petani yang terlibat dalam program ini diwajibkan mendaftarkan diri ke Kantor Bulog dengan melampirkan identitas resmi seperti KTP, buku rekening BRI untuk mekanisme pembayaran nontunai, serta Kartu Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *