LOMBOK BARAT – Kepolisian Sektor (Polsek) Gerung, di bawah jajaran Polres Lombok Barat, Polda Nusa Tenggara Barat, melakukan langkah proaktif dengan menerjunkan personel untuk memantau ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM).
Kegiatan monitoring yang berlangsung pada Jumat (1/5/2026), menyasar sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) strategis di wilayah hukum Polsek Gerung.
Hal ini dilakukan guna memastikan distribusi energi kepada masyarakat tetap berjalan lancar tanpa adanya kendala teknis maupun potensi penimbunan yang dapat merugikan konsumen.
Komitmen Polsek Gerung Menjaga Stabilitas Energi
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Gerung, AKP Lale Dewi Lungit Tanauran, menegaskan bahwa koordinasi intensif dengan pengelola SPBU menjadi prioritas utama.
Menurutnya, kepastian stok di lapangan sangat krusial agar masyarakat tidak merasa panik terhadap adanya perubahan harga pada komoditas non-subsidi.
“Kami dari jajaran Polsek Gerung melakukan koordinasi terkait dengan ketersediaan dan penyesuaian harga BBM non-subsidi Pertamina di seluruh titik pengisian yang ada di wilayah kami,” ujar AKP Lale Dewi Lungit Tanauran saat dikonfirmasi.
Kapolsek Gerung juga menambahkan bahwa pengawasan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Fokus kami adalah memastikan tidak ada praktik kecurangan dan menjamin bahwa pasokan tetap mencukupi kebutuhan masyarakat Kecamatan Gerung meskipun terjadi penyesuaian harga pada jenis BBM tertentu,” imbuhnya.
Detail Stok BBM di Sejumlah SPBU Wilayah Gerung
Berdasarkan data yang dihimpun tim di lapangan mulai pukul 10.15 WITA, kondisi stok BBM di tiga SPBU besar di wilayah Gerung tercatat bervariasi namun dalam kategori aman. Di SPBU 54.833.21 Dasan Tapen, tercatat ketersediaan Pertalite sebanyak 15.934 liter, Pertamax 2.680 liter, serta Pertamax Turbo yang mencapai 13.400 liter. Meski stok Dexlite dan Bio Solar dilaporkan kosong pada saat pengecekan, ketersediaan Pertamina Dex masih sangat mencukupi di angka 17.600 liter dengan jam operasional mulai pukul 06.30 hingga 22.00 WITA.
Pemandangan serupa terlihat di SPBU 54.833.01 Desa Beleka. Di lokasi ini, stok Bio Solar masih tersedia sebanyak 12.345 liter, sementara Pertalite mencapai 20.316 liter dan Pertamina Dex sebesar 8.210 liter.
Pihak pengelola memastikan pelayanan tetap dibuka hingga pukul 22.00 WITA untuk melayani mobilitas warga desa dan sekitarnya.
Sementara itu, untuk SPBU 54.833.11 Gerung yang beroperasi 24 jam, pasokan terlihat paling dominan.
Tercatat stok Bio Solar menyentuh angka 29.770 liter dan Pertalite sebanyak 19.649 liter. Dengan volume stok yang besar di pusat kota ini, potensi kelangkaan dapat ditekan secara maksimal.
Situasi Lapangan Terkendali Tanpa Antrean Panjang
Meskipun terdapat penyesuaian harga pada kategori non-subsidi, hasil pengamatan lapangan menunjukkan tidak adanya lonjakan pembelian yang signifikan.
Di ketiga SPBU tersebut, arus lalu lintas kendaraan baik roda dua maupun roda empat terpantau normal.
Tidak nampak adanya antrean panjang yang mengular hingga ke badan jalan yang biasanya memicu kemacetan.
Petugas juga memastikan tidak ditemukan adanya penumpukan pembelian menggunakan jerigen secara ilegal.
Karyawan SPBU setempat melaporkan bahwa aktivitas transaksi masih berjalan seperti hari-hari biasanya.
Pola konsumsi masyarakat dinilai masih stabil dan bijak dalam merespons kebijakan harga baru dari pemerintah dan Pertamina.
“Hingga kegiatan berakhir pada pukul 11.30 WITA, situasi secara keseluruhan di wilayah hukum Polsek Gerung berlangsung aman dan kondusif. Kami akan terus melakukan patroli rutin secara berkala untuk memastikan stabilitas ini tetap terjaga dalam jangka panjang,” pungkas AKP Lale Dewi.











