Berita

Waspada Penimbunan! Polres Lombok Barat Jamin Stok Gas LPG 3 Kg Aman Melalui Patroli Ketat

×

Waspada Penimbunan! Polres Lombok Barat Jamin Stok Gas LPG 3 Kg Aman Melalui Patroli Ketat

Sebarkan artikel ini
Patroli Samapta Polres Lombok Barat Jaga Stok Gas Elpiji

LOMBOK BARAT – Dalam upaya memperkuat sistem keamanan wilayah dan memastikan distribusi kebutuhan pokok masyarakat tetap terjaga, Satuan Samapta Polres Lombok Barat menggelar aksi preventif di sejumlah titik strategis. Salah satu fokus utama kegiatan kali ini adalah pengawasan distribusi gas subsidi guna mencegah terjadinya kelangkaan maupun praktik ilegal di wilayah Kabupaten Lombok Barat.

Langkah ini diambil sebagai bentuk respons cepat kepolisian dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Kehadiran personel kepolisian di lapangan bertujuan untuk memberikan rasa aman sekaligus menjalin komunikasi dua arah dengan para pelaku usaha dan pekerja di sektor energi.

Pengawasan Distribusi Gas LPG di Lembar

Pada Jumat, 1 Mei 2026, personel Unit Patroli Samapta Polres Lombok Barat melaksanakan kunjungan ke Stasiun Pengangkutan dan Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE) PT. Om Agus yang berlokasi di Kecamatan Lembar. Kegiatan yang dimulai tepat pukul 11.30 WITA ini bukan sekadar patroli rutin, melainkan upaya mendalam untuk memantau ketersediaan stok gas LPG 3 kg yang menjadi kebutuhan vital masyarakat kecil.

Petugas di lapangan melakukan dialog langsung dengan para pegawai dan pengelola SPPBE untuk menyerap informasi terkait kendala operasional maupun potensi gangguan keamanan. Fokus utama dalam dialog tersebut adalah antisipasi terhadap praktik penimbunan atau penyalahgunaan gas subsidi yang kerap merugikan masyarakat luas.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Samapta, Iptu Eko Nugroho, S.H., menegaskan bahwa patroli preventif ini sangat krusial untuk memastikan tidak ada celah bagi oknum tidak bertanggung jawab dalam mempermainkan stok gas subsidi.

“Kami hadir di tengah masyarakat, khususnya di titik distribusi seperti SPPBE ini, untuk memastikan bahwa situasi Kamtibmas tetap kondusif. Selain memantau keamanan fisik area, kami juga mengantisipasi adanya potensi kerawanan seperti kelangkaan gas LPG 3 kg maupun praktik penimbunan yang dapat memicu keresahan warga,” ujar Iptu Eko Nugroho dalam keterangannya di sela-sela kegiatan.

Baca Juga :  Polsek Kuripan Kawal Kualitas Jagung Petani untuk Penyerapan oleh Bulog NTB

Sosialisasi Inovasi KEMOS dan Layanan 110

Selain melakukan pengawasan terhadap distribusi gas, Polres Lombok Barat juga memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan program unggulan terbarunya kepada masyarakat. Inovasi tersebut dikenal dengan nama KEMOS, yang merupakan akronim dari Kecepatan Melayani SOS. Program ini dirancang untuk memangkas birokrasi pelaporan dan mempercepat respons personel kepolisian saat terjadi situasi darurat di lapangan.

KEMOS diintegrasikan dengan Call Center Polri 110, sebuah layanan bebas pulsa yang dapat diakses oleh siapa saja. Melalui sosialisasi ini, polisi berharap masyarakat tidak lagi ragu atau bingung ketika membutuhkan bantuan kepolisian yang bersifat mendesak, mulai dari tindak kriminal hingga kecelakaan atau gangguan ketertiban umum lainnya.

Iptu Eko Nugroho menjelaskan bahwa inovasi KEMOS adalah perwujudan dari semangat transformasi Polri yang lebih modern dan melayani. Dengan sistem ini, koordinasi antar unit di lapangan dapat dilakukan secara real-time sehingga bantuan dapat sampai ke lokasi kejadian dalam waktu yang sesingkat mungkin.

“Melalui sosialisasi inovasi KEMOS Sat Samapta Polres Lombok Barat ini, kami ingin masyarakat tahu bahwa bantuan kepolisian kini hanya sejauh ujung jari. Dengan menekan layanan 110, laporan yang bersifat urgent akan segera kami tindak lanjuti secara cepat dan tepat. Ini adalah bentuk nyata pelayanan, pengayoman, dan pemberian rasa aman kepada masyarakat di wilayah hukum Lombok Barat,” tambah Iptu Eko Nugroho.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *