Mataram, NTB – Suasana kebersamaan terasa hangat di Lingkungan Pusaka, Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Sejak pagi hari, warga bersama aparat kelurahan dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) Pejanggik Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-05/Mataram bahu-membahu melaksanakan gotong royong memperbaiki Masjid Pusaka, tempat ibadah yang menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat setempat, Selasa (28/4/2026).
Kegiatan yang melibatkan Babinsa Kelurahan Pejanggik Serka Abdurrahman Koramil 1606-05 Mataram ini difokuskan pada perbaikan lantai atas masjid. Selama ini, bagian tersebut kerap mengalami rembesan air saat hujan turun, sehingga mengganggu kenyamanan jamaah. Dengan semangat kebersamaan, warga memasang batu bata di pinggir lantai serta membuat saluran pembuangan air tambahan agar air hujan tidak lagi merembes ke dalam bangunan.
Dentingan alat kerja, tawa ringan warga, hingga sapaan hangat antarwarga menjadi pemandangan yang memperlihatkan kuatnya budaya gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat. Bagi warga Lingkungan Pusaka, kegiatan ini bukan sekadar memperbaiki bangunan, tetapi juga mempererat hubungan sosial yang selama ini menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat.
Serka Abdurrahman menegaskan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap fasilitas umum, khususnya tempat ibadah yang menjadi pusat kebersamaan warga. Ia berharap budaya gotong royong terus terjaga sebagai simbol kemanunggalan TNI dan rakyat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin terus menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial antara aparat kewilayahan dan masyarakat. Gotong royong seperti ini menjadi cerminan kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujarnya.
Lurah Pejanggik, Mahnum, S.Sos., turut mengapresiasi kekompakan warga serta peran aktif Babinsa yang hadir langsung di tengah masyarakat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah kelurahan, aparat kewilayahan, dan warga menjadi kunci utama dalam menjaga fasilitas umum agar tetap layak digunakan.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat dan dukungan Babinsa dalam perbaikan Masjid Pusaka ini. Dengan gotong royong, pekerjaan terasa lebih ringan dan hasilnya bermanfaat besar bagi jamaah,” ungkapnya.
Perbaikan ini diharapkan mampu memberikan kenyamanan lebih bagi jamaah yang beribadah, terutama saat musim hujan tiba. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dan kepedulian sosial masih menjadi kekuatan utama masyarakat dalam menjaga lingkungan serta fasilitas umum di sekitarnya.
Semangat gotong royong yang terpancar dari Lingkungan Pusaka menjadi gambaran bahwa kebersamaan bukan hanya tradisi, tetapi juga solusi nyata dalam menghadapi berbagai tantangan di tengah masyarakat.











