LOMBOK BARAT – Upaya penguatan cadangan pangan nasional terus diperkuat dari tingkat hulu. Pada Senin (20/4/2026), Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Beriuk Molah yang berlokasi di Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, secara resmi mendistribusikan hasil panen jagung dalam skala besar menuju Gudang Bulog Dasan Cermen, Mataram. Langkah ini diambil sebagai bagian dari sinergi antara petani lokal dan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan pangan daerah.
Proses pengiriman yang dimulai sejak pukul 11.00 WITA tersebut melibatkan pengangkutan jagung pipilan berkualitas tinggi sebanyak 10 ton 500 kilogram. Distribusi ini menjadi bukti nyata produktivitas lahan pertanian di wilayah Sekotong yang tetap terjaga, sekaligus menunjukkan peran aktif kelompok tani dalam menyuplai kebutuhan pangan nasional melalui jalur resmi pemerintah.
Pengawasan Ketat Distribusi Jagung dari Desa Batu Putih
Kegiatan pendistribusian ini tidak lepas dari pengawalan dan pemantauan pihak Kepolisian guna memastikan keamanan serta kelancaran proses logistik dari titik pemberangkatan hingga ke gudang tujuan. Aparat kepolisian setempat hadir untuk memberikan pendampingan selama proses pemuatan hasil bumi tersebut ke atas armada angkut.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen penuh dalam mendukung setiap program pemerintah yang berkaitan dengan ketahanan pangan, termasuk memastikan hasil panen petani sampai ke Bulog tanpa kendala.
“Kami hadir di tengah masyarakat, khususnya para petani di Desa Batu Putih, untuk memastikan proses pendistribusian jagung dari UD Karya Sejati milik Poktan Beriuk Molah ini berjalan dengan aman dan lancar. Sebanyak 10,5 ton jagung telah diberangkatkan menggunakan truk bernomor polisi DR 8496 DQ menuju Gudang Bulog Dasan Cermen,” ujar Iptu I Ketut Suriarta saat memberikan keterangan langsung di lokasi.
Beliau juga menambahkan bahwa kehadiran petugas di lapangan bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada para petani dan pelaku usaha di sektor pangan. “Pengawasan ini penting agar tidak ada hambatan di jalur distribusi, sehingga serapan gabah maupun jagung oleh Bulog bisa maksimal sesuai dengan target pemerintah,” imbuhnya.
Standar Mutu dan Kriteria Penerimaan di Gudang Bulog
Dalam proses distribusi kali ini, kualitas jagung yang dikirimkan telah melalui tahap sortir yang ketat. Berdasarkan pemeriksaan di lapangan, jagung yang dikirimkan memiliki kadar air tepat di angka 14 persen. Angka ini merupakan ambang batas maksimal yang ditetapkan oleh Bulog untuk memastikan jagung tersebut memiliki daya simpan yang lama dan kualitas yang terjaga selama berada di gudang cadangan.
Ketua Poktan Beriuk Molah, yang turut menyaksikan langsung proses pemuatan, memastikan bahwa seluruh jagung yang dikirim telah memenuhi kriteria teknis. Jagung tersebut dikemas dalam karung dengan berat minimal 70,10 kilogram per karung, sesuai dengan regulasi yang berlaku. Selain faktor kebersihan, kadar air menjadi variabel paling krusial dalam transaksi ini.
Iptu I Ketut Suriarta menegaskan bahwa persyaratan masuk ke Bulog memang cukup ketat untuk menjaga kualitas pangan nasional. “Petani harus memahami bahwa jagung harus dalam bentuk pipilan bersih. Jika kadar air melebihi 14 persen, pihak Bulog secara tegas akan mengembalikan atau menolak kiriman tersebut. Hal ini dilakukan demi standar kualitas pangan yang akan dikonsumsi atau disalurkan kembali ke masyarakat,” jelasnya.
Selain persyaratan fisik, para petani atau pemilik jagung juga diwajibkan memenuhi aspek administrasi. Untuk dapat menyetorkan hasil panen ke Bulog, mereka harus terdaftar secara resmi dengan menyertakan KTP, Buku Rekening BRI untuk proses pembayaran nontunai, serta Kartu Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).











