LOMBOK BARAT – Dalam upaya melestarikan warisan budaya sekaligus menjaga ketertiban umum, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lombok Barat mengerahkan personelnya untuk mengawal jalannya tradisi Presean yang digelar di kawasan Taman Kota Kantor Bupati Lombok Barat. Kegiatan pengamanan yang berlangsung pada Selasa, 14 April 2026 ini, difokuskan pada pengaturan arus lalu lintas dan penataan kantong parkir guna mengantisipasi kepadatan pengunjung yang antusias menyaksikan atraksi ketangkasan khas suku Sasak tersebut.
Tradisi Presean, yang selalu menyedot perhatian masyarakat luas, seringkali berdampak pada peningkatan volume kendaraan di sekitar lokasi acara. Menyadari potensi gangguan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas), Unit Turjawali Satlantas Polres Lombok Barat bersiaga sejak sore hari untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan harmonis meski di tengah keramaian acara.
Sinergi Pengamanan di Jantung Kota Gerung
Pengerahan personel dimulai tepat pada pukul 16.30 WITA, saat arus penonton mulai mengalir menuju Taman Kota. Anggota Unit Turjawali yang bertugas di Piket Pos GMS dan Pos Rumak diterjunkan langsung ke titik-titik krusial di sekitar kantor pemerintahan Kabupaten Lombok Barat. Kehadiran petugas berseragam ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada para peserta Presean maupun masyarakat yang sekadar melintas di area tersebut.
Dalam pelaksanaan tugasnya, petugas di lapangan melakukan koordinasi intensif dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lombok Barat. Fokus utamanya adalah memastikan tidak ada kendaraan yang terparkir sembarangan, terutama di bahu jalan utama yang dapat memicu penyempitan lajur dan kemacetan panjang.
Penataan Parkir untuk Hindari Kemacetan Total
Salah satu tantangan utama dalam pengamanan tradisi budaya yang melibatkan massa besar adalah perilaku parkir liar. Oleh karena itu, personel Satlantas secara aktif mengarahkan para penonton untuk memanfaatkan fasilitas parkir yang telah disediakan secara resmi. Langkah ini diambil agar akses jalan protokol tetap berfungsi optimal bagi kendaraan ambulans maupun masyarakat umum lainnya.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Lantas, Iptu Anton Prasetya Wijaya, S.Tr.K., S.I.K., M.H., memberikan pernyataan resmi terkait urgensi pengamanan ini. Ia menegaskan bahwa pendekatan persuasif menjadi prioritas utama petugas dalam mengedukasi masyarakat yang hadir.
“Kehadiran kami di Taman Kota adalah untuk memastikan bahwa tradisi Presean yang menjadi kebanggaan kita semua dapat berjalan dengan khidmat tanpa mengganggu hak pengguna jalan lain. Kami secara khusus mengarahkan penonton agar memarkir kendaraannya di tempat parkir yang sudah disediakan bekerja sama dengan Dishub Lobar, guna menghindari penumpukan kendaraan di badan jalan,” ujar Iptu Anton Prasetya Wijaya.
Himbauan Tegas Bagi Pengguna Kendaraan Terbuka
Selain penataan parkir kendaraan roda dua dan roda empat pribadi, perhatian khusus juga diberikan kepada pengunjung yang datang menggunakan kendaraan bak terbuka atau pick-up. Mengingat dimensi kendaraan yang cukup besar, parkir yang tidak teratur dari jenis kendaraan ini sering kali menjadi penyebab utama kemacetan di area sekitar kantor Bupati.
Petugas di lapangan secara berkelanjutan memberikan himbauan langsung kepada para pengemudi pick-up agar tidak memarkir kendaraannya menggunakan badan jalan. Hal ini dilakukan demi keamanan bersama dan mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang dipicu oleh penyempitan ruang jalan.
“Kami juga memberikan himbauan kepada penonton yang menggunakan kendaraan pick-up agar tetap disiplin dan tidak parkir di badan jalan. Ketegasan ini kami ambil agar tidak terjadi kemacetan yang bisa merugikan aktivitas publik lainnya. Kesadaran masyarakat adalah kunci utama kelancaran lalu lintas selama kegiatan berlangsung,” tambah Iptu Anton.
Hingga berakhirnya kegiatan tradisi Presean pada petang hari, situasi arus lalu lintas di sekitar Taman Kota dan Kantor Bupati Lombok Barat terpantau tetap berjalan dengan lancar dan terkendali. Tidak ditemukan adanya kendala berarti atau insiden lalu lintas selama pengamanan berlangsung. Upaya preventif yang dilakukan oleh Satlantas Polres Lombok Barat ini menunjukkan komitmen kepolisian dalam mendukung pelestarian budaya lokal sembari tetap menjunjung tinggi kenyamanan publik di ruang terbuka hijau.











