Berita

Rumah Panggung di Moyo Hilir Ludes Dilahap Api, Diduga Akibat Korsleting Listrik

×

Rumah Panggung di Moyo Hilir Ludes Dilahap Api, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Sebarkan artikel ini

Sumbawa Besar, NTB — Sebuah rumah panggung milik Sdr. MS di Dusun Karang Jati, Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa, ludes terbakar pada Kamis malam, 24 Juli 2025, sekitar pukul 23.00 WITA. Kebakaran ini diduga kuat disebabkan oleh arus pendek listrik, mengakibatkan kerugian materiil mencapai sekitar Rp 120.000.000,- (seratus dua puluh juta rupiah).

Menurut keterangan saksi, Julia (30 tahun), yang merupakan tetangga korban, ia melihat api besar berkobar dari jendela rumahnya dan menyadari bahwa rumah Sdr. MS terbakar. Seketika itu, Julia (saksi) berteriak meminta pertolongan, mengundang warga sekitar untuk keluar dan mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, kobaran api terlalu besar untuk dikendalikan secara mandiri.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H.,S.I.K, setelah dikonfirmasi melalui Kapolsek Moyo Hilir Iptu Husni membenarkan kejadian tersebut, bahwa telah terjadi peristiwa kebakaran yang mengakibatkan sebuah rumah panggung di Desa Serading hangus terbakar.

Para warga yang melihat kejadian itu langsung menghubungi Pihak Kepolisian terdekat dan Pemadam Kebakaran. Setelah kurang lebih 30 menit, Personel Polsek Moyo Hilir bersama 3 unit mobil damkar tiba dilokasi dan segera melakukan upaya pemadaman api bersama warga sekitar. Sekitar pukul 00.00 Wita, api berhasil dipadamkan sepenuhnya berkat kerja keras seluruh komponen yang telah hadir di TKP.

“Api dengan cepat menghanguskan seluruh isi rumah panggung tersebut, termasuk perabotan rumah tangga, alat masak, kursi, lemari, TV, kulkas, dan berbagai barang lainnya. Beruntungnya, saat kejadian, pemilik rumah, Sdr. MS (67 tahun), seorang petani, tidak berada di tempat. Ia diketahui sedang berada di sawah miliknya.” ungkap Kapolsek.

Pihak Kepolisian juga memberikan pemahaman dan dukungan kepada korban atas musibah yang menimpanya. Setelah terjadinya peristiwa ini, petugas menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap instalasi listrik dirumah guna mencegah kejadian yang serupa. (MA)

Baca Juga :  Ratusan Personel Polres Bima Kota Menangis di Malam 17-an, Ikuti Self Healing Training and Emotional Cleansing Kota Bima, NTB (17 Agustus 2025) - Ada suasana berbeda di Polres Bima Kota pada momen malam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ratusan personel Polres Bima Kota bersama Bhayangkari larut dalam keharuan hingga meneteskan air mata saat mengikuti kegiatan Self Healing Training and Emotional Cleansing yang digelar di Lapangan Olahraga Tatag Trawang Tungga, Sabtu (16/8/2025) malam. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 20.00 hingga 23.00 Wita tersebut dihadiri lebih dari 600 peserta, terdiri dari personel Polres Bima Kota, Bhayangkari, Pejabat Utama, serta tamu undangan penting, antara lain Wakil Wali Kota Bima, Ketua DPRD Kota Bima, Kepala Rutan, dan sejumlah pejabat daerah lainnya. Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si. dalam sambutannya menegaskan pentingnya memaknai kemerdekaan tidak hanya secara fisik, tetapi juga pada aspek mental dan spiritual. “Kita sudah merdeka 80 tahun, tapi jika masih ada jiwa yang terkungkung, artinya secara personal belum merdeka. Mengelola hati butuh soft skills agar kita tidak hanya menjaga fisik, tetapi juga kesehatan mental yang bersumber dari kecerdasan hati,” ujar Kapolres. Sebagai bentuk nyata, Kapolres menghadirkan motivator nasional sekaligus peraih rekor MURI, Dr. Ketut Abid Halimi, S.Pd.I., M.Pd., C.Ht., C.Ps., yang juga Direktur Pusat Training dan Motivasi Thanks Institute Indonesia. Dalam materinya, Dr. Ketut memperkenalkan metode senam otak, senam hati, dan hipnoterapi untuk membantu peserta membersihkan emosi negatif (Emotional Cleansing). “Senam otak bertujuan meningkatkan suplai oksigen ke otak agar lebih fokus dan inovatif dalam bekerja. Sementara senam hati memberikan ketenangan dalam menghadapi masalah serta membentuk jiwa yang merdeka dan bahagia,” jelas Dr. Ketut. Suasana menjadi penuh haru ketika sesi puncak Emotional Cleansing berlangsung. Banyak peserta, termasuk personel Polres, Bhayangkari, hingga pejabat yang hadir, tidak kuasa menahan air mata saat merasakan pelepasan beban emosional yang selama ini mereka pendam. Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofyan, yang mengikuti acara hingga selesai, mengaku sangat terkesan dengan kegiatan tersebut. “Terima kasih Pak Kapolres, terima kasih Pak Motivator, ilmunya sangat bermanfaat untuk kami. Saya merasa lebih lega dan bahagia,” ungkapnya dengan penuh haru. Kegiatan Self Healing Training and Emotional Cleansing ini menjadi yang pertama kali digelar di jajaran Polda NTB, sekaligus menandai cara baru Polres Bima Kota memperingati kemerdekaan dengan refleksi batin, pembebasan jiwa, dan penguatan mental personel agar lebih siap menghadapi tantangan tugas ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *