Berita

Bhabinkamtibmas Labuapi Kawal Ketahanan Pangan Nasional hingga ke Desa

×

Bhabinkamtibmas Labuapi Kawal Ketahanan Pangan Nasional hingga ke Desa

Sebarkan artikel ini
Polri Kawal Ketahanan Pangan Nasional di Desa Labuapi
Polri Kawal Ketahanan Pangan Nasional di Desa Labuapi

LABUAPI — Personel Bhabinkamtibmas Desa Labuapi melakukan langkah konkret dalam mendukung kedaulatan pangan nasional dengan turun langsung ke lapangan untuk menemui warga dan kelompok tani pada Kamis (14/5). Aksi nyata ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat dalam mengawal serta menyukseskan program strategis pemerintah guna memastikan ketersediaan pangan yang stabil di tingkat desa hingga nasional.

Kehadiran petugas kepolisian di tengah persawahan dan perkebunan warga bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan upaya strategis untuk memastikan para petani mendapatkan dukungan moral serta teknis yang diperlukan. Dengan pendekatan yang humanis, Polri berupaya menjembatani kebutuhan masyarakat agraris dengan program-program pemerintah pusat, sehingga sinergitas antara aparat keamanan dan sektor pertanian dapat berjalan beriringan demi kesejahteraan bersama.

Langkah Strategis Polri dalam Penguatan Kedaulatan Pangan

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas bertindak sebagai penggerak sekaligus motivator utama bagi masyarakat setempat. Fokus pendampingan diarahkan untuk mendorong para petani agar lebih progresif dalam mengelola lahan pertanian mereka. Hal ini dilakukan agar target produktivitas yang telah ditetapkan oleh pemerintah dapat tercapai secara optimal, mengingat sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi di wilayah Lombok Barat.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Labuapi, Ipda Selamet Riadi, S.H., M.H., menegaskan bahwa kehadiran Polri di sektor ini adalah mandat untuk memastikan stabilitas ekonomi masyarakat bawah. Pihaknya memandang bahwa ketahanan pangan nasional hanya bisa terwujud jika ketahanan pangan di tingkat terkecil, yakni desa dan rumah tangga, sudah terpenuhi dengan baik.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa program ketahanan pangan ini tidak hanya menjadi wacana di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para petani di Labuapi. Personel kami di lapangan terus memberikan motivasi agar para petani tetap semangat dalam mengelola lahan secara maksimal,” ujar Ipda Selamet Riadi, S.H., M.H. dalam keterangannya.

Edukasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan bagi Rumah Tangga

Selain memberikan dorongan pada sektor pertanian dalam skala luas, petugas juga memberikan edukasi yang mendalam mengenai pemanfaatan lahan pekarangan di sekitar hunian warga. Masyarakat diarahkan untuk mengubah lahan yang selama ini tidak produktif atau sekadar lahan tidur menjadi area tanam mandiri. Konsep urban farming atau pertanian mandiri di pekarangan rumah ini dinilai sangat efektif untuk memperkuat ketersediaan bahan pangan di tingkat rumah tangga, sehingga masyarakat tidak terlalu bergantung pada fluktuasi harga pasar.

Langkah edukatif ini disambut baik oleh warga Desa Labuapi. Petugas memberikan saran mengenai jenis tanaman yang mudah dirawat namun memiliki nilai gizi dan ekonomis tinggi, seperti sayur-mayur dan tanaman obat keluarga. Dengan memanfaatkan setiap jengkal tanah yang ada, diharapkan masyarakat memiliki “lumbung hidup” di rumah masing-masing yang dapat diakses kapan saja untuk kebutuhan sehari-hari.

Fokus Optimalisasi Komoditas Unggulan dan Jagung

Salah satu poin utama dalam optimalisasi lahan di wilayah Labuapi adalah peningkatan produktivitas berbagai komoditas esensial. Tanaman jagung menjadi salah satu fokus utama karena merupakan komoditas unggulan yang sangat mendukung kebutuhan pangan dan pakan di daerah tersebut. Pendekatan berbasis komoditas unggulan ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi sekaligus menjaga stabilitas suplai pangan di wilayah hukum Polres Lombok Barat.

Ipda Selamet Riadi menambahkan bahwa pemantauan terhadap pertumbuhan tanaman dan kendala yang dihadapi petani di lapangan menjadi catatan penting bagi kepolisian untuk dikoordinasikan dengan instansi terkait. Menurutnya, hambatan seperti ketersediaan pupuk atau pengairan harus segera dicarikan solusi agar tidak mengganggu siklus tanam dan panen para petani.

Baca Juga :  Siber Bareskrim Polri Kembali Bekukan dan Sita Dana Rp 154 Miliar Terkait Judi Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *