Lombok Utara, NTB – Kabupaten Lombok Utara kembali menorehkan langkah penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui peluncuran nasional Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Modular Krakatau Steel 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), yang berlangsung di Dapur SPPG Revolusi Putih 3T Genggelang, Dusun Gitak Demung, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa sore (12/5/2026).
Kegiatan yang dihadiri dari berbagai unsur tersebut menjadi simbol hadirnya negara dalam memastikan anak-anak di wilayah terpencil mendapatkan akses makanan bergizi secara layak dan berkelanjutan. Acara launching dilakukan langsung oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia (RI), Dr. Ir. Dadan Hindayana, bersama jajaran pemerintah daerah, TNI-Polri, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), serta berbagai unsur masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Bupati Dr. H. Najmul Akhyar, Kasiter Kasrem 162/WB Kolonel Czi Irawan Agung Wibowo, Irwasda Polda NTB Kombes Pol Sigit Hari Wibowo, Dandim 1606/Mataram Kolonel Inf. Nyarman, M.Tr.(Han)., serta Ketua DPD HKTI NTB H. Willgo Zainar.
Dalam sambutannya, H. Willgo Zainar menegaskan, “pembangunan 500 titik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah 3T, termasuk enam titik strategis di Lombok Utara, merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan nasional melalui pemenuhan gizi masyarakat.,” Tegasnya.
“pentingnya membangun ekosistem berkelanjutan yang tidak hanya fokus pada produksi pangan, tetapi juga berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya saat memberikan sambutan.
Sementara itu, Bupati Lombok Utara menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung hadirnya dapur SPPG 3T di wilayahnya.
“program tersebut menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi sehat, cerdas, dan unggul. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga keberlangsungan program melalui semangat gotong royong dan kolaborasi bersama,” tutur Dr. H. Najmul Akhyar, Bupati Lombok Utara.
Suasana penuh harapan terasa saat Kepala BGN RI, Dr. Dadan Hindayana, menyampaikan, “Program MBG merupakan bagian dari visi besar menuju Indonesia Emas 2045. Pemenuhan gizi sejak 1.000 hari pertama kehidupan hingga usia remaja menjadi kunci utama membentuk generasi yang kuat secara fisik, cerdas secara intelektual, dan siap bersaing di masa depan,” jelasnya.
“Anak-anak yang lahir hari ini adalah calon pemimpin Indonesia di masa mendatang. Karena itu, mereka harus tumbuh dengan asupan gizi yang baik agar mampu membawa bangsa ini menjadi lebih maju,” ungkapnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti SPPG Modular 3T Krakatau Steel, pemotongan pita, serta peninjauan langsung fasilitas dapur modular di wilayah terpencil tersebut.
Dandim 1606 Mataram, Kolonel Inf Nyarman, yang turut mendampingi kunjungan tersebut mengungkapkan, “Program Dapur SPPG 3T di Lombok Utara diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi anak-anak, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan lokal dan membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. Kolaborasi antara pemerintah, petani, pelaku usaha lokal, sekolah, hingga keluarga menjadi fondasi penting dalam menciptakan masa depan generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas,” ucapnya usai penandatanganan prasasti.











