Lombok Barat, NTB – Kepolisian Sektor (Polsek) Labuapi, di bawah naungan Polres Lombok Barat, terus mengintensifkan upaya pendekatan persuasif kepada masyarakat guna menjaga stabilitas keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Pada Minggu (22/3/2026), personel Bhabinkamtibmas Desa Bagik Polak melaksanakan kegiatan sambang desa yang difokuskan pada dialog humanis bersama para warga yang berprofesi sebagai petani. Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata Polri terhadap sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal.
Mempererat Hubungan Polri dan Masyarakat Tani
Kegiatan yang berlangsung di tengah hamparan persawahan Desa Bagik Polak ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan sebuah upaya untuk memperkuat sinergi antara aparat penegak hukum dan warga. Dalam suasana yang inklusif, personel Bhabinkamtibmas tampak berbaur langsung dengan para petani di pinggir saluran irigasi. Kehadiran polisi di area kerja warga ini bertujuan untuk memberikan rasa aman sekaligus memastikan bahwa aspirasi serta kendala yang dihadapi oleh para petani dapat didengar langsung oleh pihak kepolisian.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat merupakan komitmen untuk memberikan perlindungan dan pengayoman yang maksimal. Menurutnya, petani memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas daerah, sehingga aspek keamanan di lingkungan pertanian menjadi prioritas.
Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional
Selain menjaga kondusivitas wilayah, dialog ini juga menjadi sarana bagi kepolisian untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya ketahanan pangan. Polri mendorong masyarakat tani di Desa Bagik Polak untuk terus produktif dalam mengelola lahan mereka. Sektor pertanian dianggap sebagai pilar vital dalam menjaga kedaulatan ekonomi daerah maupun nasional, terutama dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang tidak menentu.
“Kami mengajak seluruh masyarakat tani, khususnya di wilayah Labuapi, untuk tetap semangat dan berperan aktif dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah. Keberhasilan para petani dalam mengelola lahan adalah kunci bagi ketersediaan pangan kita semua,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa dalam keterangannya.
Beliau menambahkan bahwa Polri akan selalu hadir untuk memastikan situasi di lingkungan persawahan tetap kondusif. Dengan situasi yang aman, diharapkan produktivitas petani tidak terganggu oleh faktor-faktor eksternal yang merugikan, seperti pencurian hasil tani maupun gangguan infrastruktur irigasi.
Edukasi Literasi Informasi dan Antisipasi Hoaks
Di tengah maraknya arus informasi digital yang menyentuh hingga ke pelosok desa, personel Bhabinkamtibmas juga menyisipkan pesan-pesan mengenai pentingnya literasi informasi. Para petani diingatkan untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya atau hoaks yang seringkali tersebar melalui media sosial maupun obrolan harian.
Polri menekankan bahwa penyebaran berita bohong dapat memicu keresahan sosial dan memecah belah persatuan warga. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih teliti dalam menyerap informasi dan selalu melakukan klarifikasi kepada pihak berwenang jika menemukan kabar yang mencurigakan atau bersifat provokatif.
“Kami mengimbau warga agar lebih waspada terhadap persebaran informasi yang tidak benar. Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan kita. Jika ada keraguan terkait keamanan atau informasi yang berkembang, segera koordinasikan dengan Bhabinkamtibmas setempat,” tegas Iptu I Nyoman Rudi Santosa.











