Berita

Polda Jateng dan Unsoed Resmikan Pusat Studi Kepolisian, Sinergikan Kepakaran Akademik untuk Ketahanan Pangan dan Kamtibmas

×

Polda Jateng dan Unsoed Resmikan Pusat Studi Kepolisian, Sinergikan Kepakaran Akademik untuk Ketahanan Pangan dan Kamtibmas

Sebarkan artikel ini

Purwokerto, 5 Maret 2026 — Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia resmi memperkuat kolaborasi akademik dan kepolisian melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Polda Jawa Tengah dan Unsoed sekaligus peresmian Pusat Studi Kepolisian di kampus Unsoed, Purwokerto.

Rektor Unsoed menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran Polri dan menegaskan komitmen kampus dalam mendukung kolaborasi tersebut.

“Pusat Studi Kepolisian ini kami harapkan menjadi wadah sinergi antara kepakaran akademik dan tugas-tugas kepolisian dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat,” ujar Rektor Unsoed.

Sebagai tindak lanjut dari kerja sama tersebut, Unsoed juga mendedikasikan kepakaran para guru besarnya untuk berkolaborasi langsung dengan aparat kepolisian, khususnya Bhabinkamtibmas di lapangan. Beberapa pakar yang akan menjadi bagian penting dari kolaborasi ini antara lain:
• Prof. Farid, ahli pemuliaan tanaman yang akan menjadi rujukan bagi personel Polri dalam konsultasi terkait persoalan pertanian guna mendukung program ketahanan pangan nasional.
• Prof. Norman, ahli perikanan yang akan mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor perikanan dan pesisir.
• Prof. Kuat, ahli hukum sekaligus Wakil Rektor Bidang SDM, serta Hantoko, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dari FISIP, yang akan berkontribusi dalam pengembangan kebijakan strategis serta penguatan sumber daya manusia berbasis penelitian hukum dan sosial.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini juga diarahkan untuk mendukung berbagai program strategis nasional, termasuk penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan.

Dengan ekosistem akademik yang kuat—menaungi 12 fakultas dan sekitar 35.000 mahasiswa serta usia institusi yang kini mencapai 63 tahun—Unsoed dinilai menjadi mitra strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Baca Juga :  Tahapan Pemungutan dan Penghitungan Pilkada 2024 Berjalan Aman dan Damai di Wilkum Polres Bima Kota

Peresmian pusat studi ini menjadi bagian dari langkah strategis Polri dalam memperkuat pemolisian berbasis riset (evidence-based policing) serta membangun jejaring akademik nasional melalui pembentukan 74 Pusat Studi Kepolisian yang tersebar di berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia, yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman dan kerja sama antara Polri dan sejumlah universitas terkemuka.

Pada tahap awal, Pusat Studi Kepolisian diluncurkan di empat perguruan tinggi, yaitu:
• Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed)
• Universitas Sebelas Maret (UNS)
• Universitas Muhammadiyah Karanganyar (UMUKA)
• Universitas Negeri Semarang (UNNES)

Selain itu, pada hari yang sama, Kamis 5 Maret 2026, juga dilaksanakan penandatanganan dan launching Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Biro SDM Polda Metro Jaya dengan empat universitas mitra, yaitu:
1. Universitas Bhayangkara
2. Universitas Krisnadwipayana
3. Universitas Syarif Hidayatullah
4. Universitas Borobudur

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pengembangan ilmu kepolisian, penelitian kebijakan publik, serta kontribusi akademik dalam mendukung tugas-tugas kepolisian.

Acara penandatanganan dan peresmian di Unsoed turut disaksikan oleh Komjen Pol (Purn) Prof. Dr. Chrysnanda Dwilaksana. Hadir pula sejumlah pejabat Polri lainnya, antara lain Irjen Pol Dr. Susilo Teguh Raharjo, Irjen Pol Dr. Barito Mulyo Ratmono, S.H., S.I.K., M.Si., Kombes Pol Eko Widianto, serta jajaran kewilayahan termasuk Kapolresta Banyumas dan Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jateng beserta jajaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *